Tampilkan postingan dengan label B2W. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label B2W. Tampilkan semua postingan

02 September 2009

Bike To Work, my first experience...

Wah, dengan tekat yang kuat dan persiapan yang cukup mendadak, akhirnya kesampean juga gue ber-bike to work. Survey fasilitas kantor (parkir dan kamar mandi) dan updgrade sana sini di sepeda MTB Wim Cycle hitam gue, meluncurlah gue, membelah jalan Daan Mogot Raya yang mengerikan… --> itu bahasa kiasan sih, membelah jalan… tepatnya: di pinggir jalan – pinggir sekali :p kadang lebih pinggir dari angkot ngetem - lha wong angkotnya ngetem di tengah hua haha :ymdevil: Tapi untuk kata mengerikan itu arti yang sebenar benarnya :-s :-ss

Soal kengerian ini, sementara jangan berharap banyak dulu, pemerintah kita masih banyak urusan lain, untuk menggalakkan B2W (misalnya membangun bike track) sehingga membantu menekan polusi dan kemacetan di jalan raya, belum terpikirkan. Sementara B2Wers yang harus mikirin keselamatan sendiri... Pemerintah masih berkutat di naikin pajak kendaraan bermotor, perbanyak jalan berbayar (tol) dan perbanyak SPBU. Bike track belum ada agendanya (apalagi di jalan Daan Mogot - mimpiiiii kaliiii yaaaa... :ymdaydream: )

OK, back to topic .... Excitement sekaligus kekhawatiran paling memuncak di hari pertama. Helm dan Masker kencang terpasang, sarung tangan dan baju kaos tangan panjang supaya ngga hitam terbakar matahari, sengaja kaos yang agak tebal supaya ngga masuk angin, botol minum hijau transparan pun sudah terselip rapi di bawah sadel. Begitu keluar rumah, Pak Rojali, sopir tetangga sebelah, langsung mengacungkan jempol… “wah ini nih yang anti macet…” sambil meneruskan cerita kemarin dia terjabak macet lebih satu jam. Ngga tau dia kalo kantor gue cuma < 5 km :D

Pose dulu sebelum 'beraksi'
Image

Rute pun sudah ditentukan, keluar lewat belakang kompleks menuju jalan pintas yang terhubung ke Terminal Kalideres. Yup, rumah gue ternyata tepat di belakang terminal ujung Jakarta Barat itu. Dari ‘bolongan’ belakang kompleks ke ‘bolongan’ terminal sekitar 100 meter. Disebut ‘bolongan’ karena memang bentuknya tembok yang dijebol, hanya untuk lewat orang, sepeda dan sepeda motor. Ngga cuma gue yang lewat situ, hampir semua penghuni kompleks menuju Terminal Kalideres memanfaatkan ‘fasilitas’ itu, termasuk Natz yang tiap pagi ber-BusWay ria.

Hari pertama ada sedikit salah pengambilan rute, bukannya masuk ke bolongan terminal, gue berbelok ke kanan dan keluar lewat sebelah kantor polisi. Bukan takut ditangkap polisi :p tapi dari situ menyeberang jalan adalah nightmare, selepas terminal (yang tersendat) semua pengemudi mobil maupun motor memacu kencang kendaraannya. Akhirnya selamat juga sampai ke seberang sambil spot jantung ... x_x

Mustinya masuk lewat bolongan belakang terminal dan keluar ke depan terminal, disitu nyebrangnya lebih enak. Banyak bus keluar masuk terminal dan angkot yang ngetem membuat jalanan agak tersendat. Nah, disitulah gue manfaatkan untuk menyeberang. Lebih aman dan ngga deg deg-an... :ympeace:

Jarak & Waktu Tempuh
Nah, mulai lah bertualang menerobos jalan Daan Mogot yang tak kenal ampun pada kendaraan kaum marginal kayak gue dan temen temen pesepeda lain :( Kalau ambil patokan Terminal Kalideres sebagai titik nol, maka begitu sampai di patung Elang yang bawa salak (icon kota Proponsi DKI Jakarta), jarak tempuh gue persis 2KM. Lewat kira kira 200M dari situ, berdiri tegak patung Mercusuar icon Propinsi Banten. Menandakan gue sudah memasuki Jakarta coret, alias sudah masuk kota Tangerang, tapi jalannya masih jalan Daan Mogot. Dari situ ke kantor udah ngga jauh... Sampai di kantor jarak tempuhnya dari titik nol yang sebenarnya (rumah), bisa jadi sekitar 3KM lebih. Jarak yang sangat memadai untuk B2W.

Dengan jarak tempuh yang 3KM lebih, waktu tempuh yang diperlukan sekitar 20 menit saja :) Bandingkan dengan menggunakan kendaraan mobil, jarak tempuh 6KM (karena memutar), waktu tempuh kurang lebih sama (15 - 20 menit). Dengan demikian, olahraga dapet, tanpa mengganggu jam masuk kerja, terutama lagi...tidak mengganggu jam tidoer hua ha ha i-) alias tidak perlu bangun lebih pagi, cihuyyyy :ymparty: Dari rumah jam 7.30, jam 8 teng sudah sampai di kantor :ymsmug:

Sesampai di kantor, langsung pergi ke kamar mandi (untungnya kantor gue punya kamar mandi - ada shower-nya lagi, walaupun ngga ada air anget ... he he he *ngelunjak mode on* :D ). Handuk, sabun, sampo, sabun muka, sisir, semua bawa dari rumah. Setelah bersih wangi, pakaian rapi, jam 8.30 sudah duduk manis di depan komputer. Tapi... wo-oh...kok badan masih berkeringat gini ya... #:-s Kesalahan kedua sebagai pemula: jangan langsung mandi ! Besok besok sarapan dulu ya... ternyata di pojokan parkir motor (tempat gue parkir sepeda) ada warung nasi, yang punya namanya Bu Zaken, masakannya enak dan murah :p Nah, sarapan dulu, bungkus makanan (Bu Zaken maupun beli di deket rumah), makan di kantin karyawan (tempat makan siang - maklum kerja di pabrik, makan siang disediakan oleh kantor, makannya di kantin). Sambil ma'em sambil mengelap keringat dan tunggu sampai keringat mereda... baru deh pergi mandi :)

Good news - hal hal yang menceriakan dari pengalaman B2W



  • Badan segar sehabis mandi, terasa lebih ringan
  • Lemak terbakar
  • Otot otot berasa lebih kenceng, terutama otot perut, wah perut buncit bisa berangsung me-rata nih (ngareeepppp) :ymdaydream:
  • Sambil bersepeda di jalan, melihat berbagai hal yang biasanya ngga terlihat dengan bermobil. Wajah wajah yang menunggu angkutan, tukang gerobak, dan sesama pesepeda. Gue aja baru 'ngeh' ada klinik yang cukup besar di sepanjang perjalanan pulang, sebelumnya ngga pernah tau. Juga ketemu tk martabak yang murah dan enak di perjalanan, satu hal yang ngga pernah gue perhatikan di kala bawa mobil
  • Yang penting ada olahraga (biasanya paling males) :ymblushing:

Ada good news, tentu ada Bad News:


  • konsentrasi kerja mula mula agak terganggu (mungkin karena masih capek), lama lama juga ilang kok
  • Kondisi pulang (sudah agak gelap - malam) tidak semenyenangkan pagi, kendaraan bermotor lebih beringas, waspada, kalau perlu pasang lampu di sepeda depan belakang
  • Banyak pengguna jalan yang tidak disiplin: angkot ngetem dan berhenti sembarangan (kadang ada kita di belakang dia main berenti aja), motor berlawanan arah (sangat bahaya, karena menghindari dia harus ambil ke kanan, takutnya disamber kendaraan lain) :-s
  • Menyeberang jalan adalah satu hal yang mengerikan, untungnya terminal Kalideres agak macet. Pas pulang, kadang ada satpam pabrik yang bantu sebrangin
  • Well, gue ngga mau me-list Bad News lebih banyak dari good news :p Kalo bandingannya dengan PP naik mobil pribadi yang boleh dibilang super duper nyaman, pastilah jauh kondisinya... Selain itu, jangan sampe pemula yang kebetulan baca posting ini jadi down :) Tetap semangat !!!

Terakhir, sedikit tips and trick buat sesama B2W pemula atau untuk peminat B2W yang ragu2 (ngga usah ragu ragu, it's FUN kok :) ):


  • Pastikan sepeda layak di bawa di jalan raya. Jalan raya bukan bike track (at least belum ada), ada tanjakan, ada lobang dan jalan tidak merata di mana mana
  • Pastikan semuanya aman, bila perlu tambahkan lampu depan belakang untuk biking di waktu pulang kantor. Helm, masker dan sarung tangan juga diperlukan. Kaca spion juga boleh bila dirasa perlu
  • Pastikan semuanya nyaman, sadel, pedal, rem dll. Terutama sadel, disitulah kita meletakkan pantat (dan berat badan) kita selama di perjalanan. Siapkan air minum, kalau haus tambah cepet capek
  • Pastikan fasilitas kantor memadai (parkir & tempat mandi)
  • Santai saja, jangan terburu buru. Nikmati aja perjalanan, liat sekeliling yang biasanya cepat berlalu (bahkan tak sempat diperhatikan) waktu berkendara mobil/motor. Jangan pikirkan destinasi, makin dipikirin, makin terasa jauh, kaki makin pegel
  • Jangan jadikan kewajiban, jadikan kesenangan :) Jangan paksakan setiap hari harus B2W. Kalau capek, kurang fit, tinggalkan sepeda. Dalam seminggu tidak perlu musti full bersepeda. Coba gue hitung (gue sendiri): minggu pertama: 3 hari (senen selasa rabu), minggu kedua: 2 hari (selasa rabu), minggu ketiga: ... ups cuma 1 hari :ymblushing: :p (senen doang), soalnya selasa rabu sakit, kamis jumat pemulihan
  • Pola yang terbaik dalam seminggu adalah 2-1-2 (2 hari sepeda, 1 hari off, 2 hari sepeda lagi), soalnya berasa banget capeknya kalo gowes 3 hari berturut turut. Gue sendiri belum kesampean pada pola itu ideal itu :p Lagi gue usahakan. Kalo udah benar benar mantap, baru coba 5 kali seminggu. Toh kadang sabtu/minggu juga masih bersepeda ke pasar, jaraknya sekitar 1KM
  • Pikirkan long term. Pikirkan kesenangan. Pikirkan kesehatan. Dan pikirkan bumi yang bisa diselamatkan :-bd Tapi tolong jangan pikirkan (tepatnya: mimpikan) Bike Track di jalan jalan Jakarta ~x(


26 Agustus 2009

Salah Kaprah gue tentang ASAM URAT

Setiap kali ke dokter, apa pun penyakit gue, ujung ujungnya dokter pasti kawatir dengan tingkat asam urat gue yang terlalu tinggi (sempat mencapai 10.5, sekarang ada di kisaran 8.5). Kemaren ini gue ke dokter karena pilek dan hidung tersumbat, eh.. yang dibahas malah asam urat dan akhirnya dikasih obat asam urat juga :( Bahkan dokter kandungan Natz (waktu lagi hamil Kelly) pernah membahas asam urat gue juga, coba ! dokter kandungan aja ikut nimbrung... [-(

Saking banyaknya info, banyak hal yang gue sadari ternyata salah kaprah. Gue yakin gue bukan satu satunya yang pemahamannya salah, ini seperti MITOS. Mitos tentang asam urat yang diyakini kebenarannya oleh umum, padahal belum tentu benar. Antara lain:

Asam urat tinggi menyebabkan nyeri luar biasa pada sendi

Dokter sering bertanya: apa badan kamu ngga sakit sakit, tangan ngga kesemutan dll. Gue jawab: ngga. Dokternya bingung. Gue juga bingung, dan sempet meragukan hasil lab asam urat itu (padahal udah beberapa kali di tes, hasilnya sama).

Memang, penderita asam urat itu umumnya mengeluhkan sendi yang ngilu dan kesemutan pada jari tangan dan kaki. Namun tidak semua penderita begitu (contohnya gue). Nyeri itu disebabkan oleh menumpuknya purin yang tidak bisa dikeluarkan lewat metabolisme (lewat feses/air seni), yang kebetulan lebih sering numpuk di persendian. Dalam kasus gue, justru lebih bahaya, karena kita ngga tau dimana purin itu 'bersembunyi'. Menurut dokter Rajesh, could be anywhere, ginjal, empedu atau organ tubuh lainnya. Bahaya-nya bisa membentuk batu ginjal or batu empedu... waaaakssss :-s

Jeroan, daging kambing, kacang2an merupakan penyebab Asam Urat tinggi

Saran dokter: jangan makan kambing, jeroan dan kacang2an. Bahkan ada dokter yang langsung memvonis: "makanya jangan sering sering makan kambing sama jeroan"... :-w mau marah ngga bisa... padahal kedua jenis makanan itu bukan kesukaan gue, apalagi jeroan, hampir ngga pernah gue sentuh :( Kalo kacang harus gue akui gue doyan, tapi juga sangat gue hindari... Dalam hal ini, gue juga sempet bingung: kok asam urat gue ngga turun turun...? So...?

Memang benar, makanan seperti jeroan, daging kambing, kacang2an, cumi dan udang, melinjo adalah pemicu naiknya kadar asam urat. Namun tingginya asam urat lebih merupakan masalah pada metabolisme tubuh. Dan perlu diketahui, SEMUA makanan yang kita makan mengandung purin (zat penyebab asam urat tinggi), hanya masalah banyak/sedikitnya. Dan makanan tersebut di atas memang diketahui mengandung purin yang cukup tinggi. Dijelaskan dr. Rajesh, 2 orang yang mengkonsumsi makanan yang sama persis, belum tentu tingkat asam urat keduanya sama. Tergantung metabolisme masing2 orang. Dan hal ini, ditegaskannya: belum ada obat yang bisa menyembuhkannya di dunia medis !! :-o whoaaaa :(( gue akan asam urat seumur hidup dong... :( Nah, hal ini menyangkut mitos yang ketiga.

Konsumsi obat asam urat berarti ketergantungan

Kalau belum ada obat penyembuhnya, berarti konsumsi obat asam urat adalah ketergantungan? Mengingat harus dikonsumsi terus, kalau ngga, akan naik terus?

Itulah pemahaman gue selama ini. Gue pernah mengkonsumsi allopurinol (obat generik untuk asam urat tinggi) selama beberapa bulan. Terus gue stop karena merasa harus bisa tanpa obat. Diet asam urat, hindari jeroan dll (spt di atas) sebagai solusi. Tapi apa daya, tingkat asam urat tak kunjung turun. Berarti gue sudah ketergantungan sama obat... :(

Salah Besar !! Dr. Rajesh mengatakan, belum ada obat penyembuhnya, yang ada adalah penanggulangannya. Penyakitnya tidak sembuh, tapi penderitanya bisa ditolong. Dia analogikan dengan penderita myophia (mata minus), matanya tidak bisa disembuhkan, tapi penderitanya bisa ditolong dengan bantuan kacamata. Well, analogi ini tidak berlaku sejak ditemukannya lasik :p , tapi intinya begitu. Jadi bukan ketergantungan, tapi merupakan solusi. Sampai ditemukannya obat untuk benar benar menyembuhkan (spt lasik untuk mata rusak).

Jadi kesimpulannya?

Asam Urat tidak musti menyebabkan nyeri pada persendian dan kesemutan pada jari tangan dan kaki. Hanya saja, itu gejala yang paling gampang kelihatan. Kalau menumpuknya di ginjal/empedu/organ lain, lebih tidak bisa keliatan gejalanya, sampai parah. Harus diingat juga, nyeri pada persendian tidak melulu akibat asam urat, bisa juga hal lain, misalnya kekurangan kalsium.

Jeroan, kambing dan kacang2an benar menyebabkan asam urat tinggi, namun bukan itu root cause-nya. Masalahnya lebih kepada metabolisme tubuh masing2 orang yang berbeda dalam mengeluarkan purin yang terkandung dalam makanan. Tiap makanan yang kita santap mengandung purin, tergantung tubuh kita bisa mengeluarkan dengan baik atau tidak.

Obat penurun asam urat adalah satu satunya solusi saat ini. Ada Allopurinol untuk generiknya, yang mahal, ada Zyloric (harganya bisa > 10 kali lipat). Kalau tingkat asam urat diatas 7.5, sudah harus konsumsi obat ini. Dan itulah yang sekarang gue lakukan :)


So, thanks to dr. Rajesh (RS PIK) yang meluruskan pemahaman gue tentang penyakit 'manahun' gue ini. Now, jangan berharap asam urat turun, tapi lakukan yang harus dilakukan: hindari makanan yg mengandung purin tinggi, konsumsi obat asam urat (rutin, spt halnya memakai kacamata), dan minum air putih yang banyak (min 2.5 ltr sehari) dan sering (min tiap 1 jam sekali). Air minum untuk menggelontor purin sebanyak mungkin keluar lewat urin :)

Hal lain yang gue dapet adalah: bersepeda ke kantor (B2W) yang gue lakoni sekarang amat bagus :-! Tapi jangan berharap berat badan bisa turun (seketika). Lagi lagi pengetahuan dari dr Rajesh: lemak itu sangat ringan (buktinya mengapung dalam air), sehingga kehilangan lemak tidak serta merta kentara pada berat badan. Justru, dengan berolahraga, otot bertambah sehingga berat badan justru akan cenderung naik. Jadi yang lebih tepat untuk mengukur lemak sudah turun/belum adalah bukan dari berat badan, melainkan dari indikasi lain: badan yang lembek menjadi lebih keras (berotot) dan Lingkar Perut semakin mengecil ! :p So, gowes ke kantor harus semakin getol nih... B-)

Oh... kini ku tau.... :p :ymparty:

10 Agustus 2009

B2W... Gowes ke Kantor, the preparation

Akhirnya kesampean juga niatan ini :bravo: Setelah sejak lama pengen jadi goweser ke kantor, apalagi memang gue menggemari olahraga satu ini, walaupun belum rutin dan serius banget menekuni.

Niat ini sebenarnya cukup lama terkurung :( sebab yang namanya Indonesia, terlebih di kota besar macam Jakarta, bersepeda di jalan raya bukanlah hal yang menyenangkan (mengerikan, malah !). Tak seperti halnya di negara negara maju (Eropa, misalnya), yang punya bicycle track sendiri, punya lahan parkir sepeda, punya rambu dan aturan bersepeda yang digagas oleh Pemerintah. Sedangkan di Indonesia, Pemerintah masih sibuk dengan hal lain dan belum memikirkan pesepeda (dan GO GREEN pada umunya). Pesepeda harus memikirkan dirinya sendiri, menyesuaikan diri dengan kejamnya lalu lintas ibukota :-s

Image

Sedangkan di China, gue lihat sendiri (di kota Nanning, ibukota Propinsi Guangxi), walaupun ngga sebanyak jaman dulu, bersepeda masih lestari, ditandai dengan parkir khusus sepeda di Mal Mal pusat perbelanjaan yang besar yang selalu penuh sesak dengan sepeda pengunjungnya.

Ada 3 alasan (manfaat) utama B2W, yaitu:
1. GO GREEN, selamatkan lingkungan, tidak menggunakan bahan bakar fosil berarti tidak melepas CO2 yang bisa merusak ozon dan menaikkan suhu bumi (GLOBAL WARMING)
2. HEALTHY LIFE, berolahraga menuju hidup yang lebih sehat
3. HIDUP HEMAT :p tidak menggunakan BBM berarti hemat uang kantong dan perbanyak tabungan :twocents:
sayangnya, in my case, no 3 tidak berlaku :( karena uang bensin diganti kantor (reimbursement). Tapi alasan 1 & 2 udah cukup kuat buat gue ber B2W ria :)

Sedangkan alasan pendukung lainnya:
1. Jarak rumah ke kantor yang cukup reasonable untuk B2W.

Mengutip blog-nya mas Weby:


Rumus sederhana dalam menggunakan alat transportasi secara efisien:
< 1 Km = jalan kaki
< 5 Km = bersepeda
> 5 Km = berkendaraan bermotor

Jarak dari rumah ke kantor sekitar 6 Km dengan berkendaraan mobil (jalan memutar, waktu tempuh 10 - 15 menit). Dengan bersepeda (beberapa short cut), mustinya ngga lebih dari 5 Km saja. Wuenak toh... kantor deket dari rumah... :D
2. Sepeda udah ada dan cukup memadai. Tinggal adjust/tambah sana sini agar lebih nyaman dan aman.
3. Fasilitas kantor cukup mendukung, seperti tersedianya parkiran sepeda, dan tempat mandi yang memadai. Ini penting, sebab kalau bau keringat, siapa yang mau mendekat? :p Kerja juga ngga konsen :))
4. Dukungan penuh dari istri... Tanpa hal ini semua yang lain ngga ada artinya :ymblushing:

Maka, sepanjang minggu lalu, mulai berkonsentrasi 'memuluskan' niat B2W ini menjadi kenyataan. Pertama tama, survey fasilitas kantor dulu. Untuk urusan parkir, tersedia parkir sepeda (motor) yang cukup aman, karena dekat pos satpam. Untuk urusan mandi, juga ada kamar mandi di toilet atau di tempat Gym. Tapi di Gym (lebih nyaman) harus minta OB bukain dulu karena terkunci. Daripada merepotkan OB pagi pagi (belum lagi kalo si OB lagi sibuk, nyarinya kemana?), maka diputuskan menggunakan kamar mandi di toilet aja, walaupun dari segi kenyamanan agak kurang :(

OK, fasilitas ada, tinggal 'upgrade' sepeda nih... :) Sepeda udah ada sekitar 2 tahun yang lalu. Sebuah Mountain Bike (MTB) merk Wim Cycle yang beli di Hypermart DMB pada saat grand opening, sehingga ada diskon gede gedean. Dari aslinya 700san ribu menjadi hanya hampir 500ribu saja :) Waktu itu, karena murah, beli juga City Bike merk United untuk Natz yang harganya juga 500san ribu saja. Termasuk beruntung sih, sebab kedua sepeda itu sekarang sudah berharga 1 jutaan. Dengan perawatan yang memadai (dan jarang bawa juga sih :p ), kondisinya masih sangat prima dan memadai untuk dibawa B2W.

Image


Untuk upgrade, coba cari cari di internet mengenai bengkel yang cukup representatif, termasuk ke Hallo Yellow Pages menanyakan apakah ada bengkel yang cukup besar di daerah Cengkareng/Kalideres. Namun, udah penjawab teleponnya ngga simpatik, informasinya pun ngga berguna. 2 nomor telepon yang diberikan, satunya sudah tidak tersambung, satu lagi bengkelnya udah tutup.

Akhirnya gue rely on satu satunya info yang bisa gue dapatkan di Internet: Bengkel MPlus (klik untuk link) di daerah Pluit. Ada sih referensi lain dari para pesepeda B2W, tapi rata rata itu bengkel yang jauh dari tempat gue, yang deket ada, tapi yang resmi banget kayak Rodalink yang jelas mahal :( (udah survey per telepon)

Maka ke sana lah gue hari Sabtu (8/8/09) yang lalu. Karena ngga mau repot, jadi aksesoris lainpun beli di sana semua. Istilahnya One Stop Shoping lah :))

Bagian bagian sepeda yang di upgrade:

1. Sadel. Sadel/tempat duduk merupakan salah satu bagian paling krusial dari sepeda. Disitulah bokong kita diletakkan di sepanjang perjalanan. Sadel standard dari pabrikan menurut gue terlalu keras, dan setelah bersepeda agak lama, bisa timbul kesemutan di bagian tubuh tertentu (yang tidak baik untuk disebutkan :ymblushing: :p ). Maka sadel gel bisa jadi solusi untuk hal ini. Sebuah sadel gel buatan Taiwan seharga 160 ribu, mudah mudahan menambah kenyamanan.

Image

2. Fender (atau bahasa lamanya: spark board). 1 set depan belakang seharga 38ribu. Ini untuk menghindari genangan air nyiprat kena celana/baju.

3. Lampu depan & belakang untuk keamanan kalau berkendara sore/malam (pulang kantor). Lampu depan 80ribu, warna lampu putih; lampu belakang 55ribu, warna lampu merah. Keduanya ada 3 variasi nyala lampu: 2 jenis kedip dan 1 nyala terus.

Image

4. Gantungan air minum, warna hitam (sesuai warna sepeda) 15ribu saja.

5. Semua baut baut dikencengin, rem dan gigi di cek. Supaya Aman dan Nyaman deh pokoknya.

Sedangkan asesoris yang perlu disiapkan (dibeli di tempat yang sama):

1. Helm sepeda. Kebetulan hanya jual merk Polygon, harga 168ribu, ngambil yang warna merah strip putih. Sebenarnya prefer yang United karena ada strip yang bisa memantulkan cahaya kalau tersorot lampu harganya 200san. Tapi GPPlah, toh sepeda udah ada lampu depan belakang, jadi cukup aman.
2. Masker seharga 25ribu. Cek harga di Hypermart, masker yang persis sama harganya 49,900, busyeet dah...
3. Sarung Tangan. Yang ini belinya di lapak pinggir jalan, di abang yang jualan aksesoris motor. Harganya 15ribu, ngga full nutupin jari (setengah terbuka).
4. Sebuah Tas backpack yang cocok buat ngantor sekaligus nyaman waktu bersepeda. Setelah kesana kemari, liat liat di internet, ternyata mahal mahal ya tas semacam ini. Akhirnya pas jalan jalan ke Mal DM, ke toko Marco, iseng liat tas merk POLO Classic (buatan Taiwan -> diakui sendiri oleh salesgirl-nya). Tas ini kayaknya cocok, backpack yang cukup kokoh, bisa untuk laptop dan dokumen, bisa bawa baju/handuk dll, karena bantalan untuk laptopnya bisa dicopot. Ada strap di bagian dada, sehingga pas bersepeda bisa menempel mantap di punggung. Warnanya yang hitam elegan tampak resmi kalau dibawa meeting. Harganya pun ngga buat kantong bolong, 288ribu saja :) Udah banding2 dengan merk Export, modelnya ngga se-elegan ini, lebih kecil dikit, dan bantalan laptop permanen (ngga bisa dicopot), harganya udah diatas 300ribu :(

Image

Well, that's all preparation buat serius B2W :-! Sebenarnya hari Minggu mau trial track-nya dari rumah ke kantor, tapi ngga jadi, karena ngga perlu juga, kan kira kira track-nya udah tau. Mudah2an kebiasaan baru ini bisa bertahan lama :p Harapan untuk lebih sehat dan lebih GO GREEN juga makin terpelihara :)

Summary biaya untuk persiapan B2W ala AJ:
1. Sepeda jenis MTB Wym Cycle: 500 ribu --> 2 tahun lalu, sekarang mungkin 1 juta
2. Upgrade sepeda: sadel (160), fender (38), lampu (135), cantolan tempat minum (15) --> 348ribu
3. Aksesoris: helm (169), masker (25), sarung tangan (15), tempat minum (20, beli setahun lalu) --> 229ribu
4. Tas backpack --> 288ribu
5. Tips montir bengkel sepeda --> 10ribu
TOTAL = 1,375,000 (sudah termasuk sepedanya :) )
Ngga mahal kan..? Bandingkan dengan biaya yg bisa dihemat, kesehatan yang bisa diperoleh dan bumi yang bisa diselamatkan ?? :-!

AYO IKUT B2W juga, Kalau NGGA Sekarang, KAPAN LAGI ??? :) ;;)

Image


Link di internet lainnya yang bisa sangat berguna bagi B2W pemula (klik aja):
4. Kolom HSgautama --> banyak pengetahuan baru & inspirational stories
5. Lapak KEAKEA --> jualan online, bisa untuk referensi harga, bisa pesan antar
6. Rodalink website --> distributor resmi merk Polygon, untuk referensi harga


ohya, mau nyari cantolan sepeda ke mobil (bike carrier) belum kesampean. Ini untuk in case pulang terlalu malam, atau capek, minta jemput pake mobil :p Sementara sih idenya, masukin aja sepedanya ke mobil (lipat kursi belakang)