Test posting pake app blogger android pake htc one
Tampilkan postingan dengan label ngga penting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngga penting. Tampilkan semua postingan
09 November 2014
18 Juni 2009
Berubah Total ...
Agak ekstrim sih perubahan tampilan situs AjNatz ini... wuih wuih... serba ijo dan beberapa bagian lay out sempet dihilangkan. Maaf ya kalau terlalu NORAK ha ha ha LOL

Sempet bosen dengan lay-out lay-out standard dari layanan blogger ini. Akhirnya iseng iseng browse di tempat lain. Nemulah situs ini "ourblogtemplates.com". Ya, sebenarnya sih tampilannya juga ngga luar biasa banget, standard juga :P Tapi paling ngga refresh sedikitlah daripada itu itu melulu yang ditawarin sama blooger. Yang menarik adalah feature "Read More..." yang selama ini susah banget kalau pake lay-out blogger, dengan lay-out ini mudah sekali :) Tak lupa gue ucapkan terimakasih pada pembuat template ini.
Beberapa saat ini memang lagi out-of-mood untuk menulis. Sampai gue nulis yang enggak enggak (kuburan band dan Lucky Laki - hehe) melenceng dari 'pakem'-nya AjNatz yang ussualy soal food, travel, dan kehidupan pribadi. Beberapa tulisan pun didaur ulang (travel & food Palembang) -> untuk tujuan di-muat di deliopedia sih sebenarnya.
Lagi sebel juga sama multiply. Multiply 4.0 kalo buka di kantor suka nge-hang. Mungkin konten-nya terlalu berat bagi server kantor untuk meng-complete task-nya. Akibatnya ngga terlalu leluasa mau posting di saat muncul 'ide ide cemerlang' pada jam kantor :p -> membuat jam kerja makin suntuk he he he
OK, kalau ada yang mau komen atau mengutuk tampilan baru ini, feel free aja ya... pusing juga mau-nya bikin lay-out yang bagus :(
PS. Immediately change !!! Setelah Natz bilang ini lay-out yang sangat buruk :(
well, menurut gue juga sih,,,, nah, yang sekarang, diambil dari ourblogtemplates juga... semoga berkurang noraknya :P
Gue beri sedikit tampilan baru, yaitu: Next Assignment; Next Traveling; dan Excited about - di kolom paling bawah... yang menurut gue cukup menarik, karena itulah pilar dari blog ini :)

Sempet bosen dengan lay-out lay-out standard dari layanan blogger ini. Akhirnya iseng iseng browse di tempat lain. Nemulah situs ini "ourblogtemplates.com". Ya, sebenarnya sih tampilannya juga ngga luar biasa banget, standard juga :P Tapi paling ngga refresh sedikitlah daripada itu itu melulu yang ditawarin sama blooger. Yang menarik adalah feature "Read More..." yang selama ini susah banget kalau pake lay-out blogger, dengan lay-out ini mudah sekali :) Tak lupa gue ucapkan terimakasih pada pembuat template ini.
Beberapa saat ini memang lagi out-of-mood untuk menulis. Sampai gue nulis yang enggak enggak (kuburan band dan Lucky Laki - hehe) melenceng dari 'pakem'-nya AjNatz yang ussualy soal food, travel, dan kehidupan pribadi. Beberapa tulisan pun didaur ulang (travel & food Palembang) -> untuk tujuan di-muat di deliopedia sih sebenarnya.
Lagi sebel juga sama multiply. Multiply 4.0 kalo buka di kantor suka nge-hang. Mungkin konten-nya terlalu berat bagi server kantor untuk meng-complete task-nya. Akibatnya ngga terlalu leluasa mau posting di saat muncul 'ide ide cemerlang' pada jam kantor :p -> membuat jam kerja makin suntuk he he he
OK, kalau ada yang mau komen atau mengutuk tampilan baru ini, feel free aja ya... pusing juga mau-nya bikin lay-out yang bagus :(
PS. Immediately change !!! Setelah Natz bilang ini lay-out yang sangat buruk :(
well, menurut gue juga sih,,,, nah, yang sekarang, diambil dari ourblogtemplates juga... semoga berkurang noraknya :P
Gue beri sedikit tampilan baru, yaitu: Next Assignment; Next Traveling; dan Excited about - di kolom paling bawah... yang menurut gue cukup menarik, karena itulah pilar dari blog ini :)
Lucky Laki: Exploitasi Anak oleh Ahmad Dhani (?) dan upaya menjauhkan anak2 dari ibunya (?)
Check this out --> http://www.youtube.com/watch?v=ZsnKa_22rl8
Tadi pagi gue liat video klip tersebut. Judulnya "Superman" yang bawain band namany Lucky Laki. Pas pertama gue denger nama band ini, gue pikir just another ST-12, Hello, Kangen, Kuburan dsb (you named it ! -> kayak jamur di musim becek
). Baru tadi pagi pas gue liat video klipnya, wuarah kadah... ternyata band anak anaknya Achmad Dhani
Tadi pagi gue liat video klip tersebut. Judulnya "Superman" yang bawain band namany Lucky Laki. Pas pertama gue denger nama band ini, gue pikir just another ST-12, Hello, Kangen, Kuburan dsb (you named it ! -> kayak jamur di musim becek
Lagunya sama sekali ngga keren. Malah terkesan maksa. Yang menarik adalah ditampilkannya Achmad Dhani (bapak sendiri), Once, Mulan Jameela dan Dewi Dewi, yang pastinya free of charge alias gretong ngga perlu dibayar untuk tampil di video klip ini.
Yang berkesan negatif dari klip itu adalah, adanya upaya untuk mengecilkan peran ibu-nya anak anak (Maia) disana. Jelas banget pada adegan Mulan Jameela terlihat seperti "mengurusi" anak anak itu, mulai dari memoleskan make up (nah lho, anaknya cowok, bukan?
Juga ditampilkan video video mereka waktu kecil, bersama bapaknya, tentu, dan tidak ada tertampil ibunya barang sedetikpun di video 'jadul' tsb. Terlihat ikatan erat di antara bapak dan anak anaknya (tanpa ibunya), yang, padahal, sangat mungkin, si pemegang camcorder yang merekam adegan yang cukup mengharukan itu, bisa jadi tak lain adalah Maia, ibu kandung mereka sendiri, yang waktu itu, tentu saja, belum bercerai.
Gue bukan salah satu dari 'penghujat' Achmad Dhani, juga bukan penggemar Maia. Gue menyukai lagu lagu Dewa dari jaman Ari Lasso sampai bang Once, juga lagu lagu the Rock. Sedangkan Maia, tau sendiri lah kualitas lagu-nya standard abis. Tapi, hal itu tidak dapat menjadi pembenaran perlakuan Achmad Dhani dengan 'menciptakan' anak anak-nya sendiri, dan mengenyahkan peran Maia, sang ibu kandung.
Eeee, di penghujung acara tadi pagi, ada sesuatu yang tidak mengejutkan sebenarnya... Budaya ekor megekor sudah biasa di Indonesia. Ketika Pangeran Band, yang personnel-nya juga cilik cilik (mirip Lucky Laki), ditanya kenapa mereka disebut Pangeran Band? Jawabannya: karena anaknya RAJA (band Raja).
Memang, penampilan mereka Raja abis. My GOD. Achmad Dhani mengeksploitasi anak2nya (?), Raja mengekor dengan ponakannya (?). Dunia yang aneh, tapi karena banyak hal aneh belakangan ini, tidak ada lagi yang aneh. Yang penting KEREN... Yang penting Ngetop 
09 Juni 2009
Kuburan Band ...
Pertama kali gue mendengar nama "kuburan band" langsung gue berasosiasi kepada suatu band keras, rock cadas, heavy metal, bahkan cenderung ke pemujaan kematian yang bernuansa satanic. Apalagi melihat penampilan mereka di majalah, yang mengingatkan gue pada Rock band legendaris KISS, langsung yakin, IYA, mereka ini layak disebut 'pendobrak' di blantika musik Indonesia... Berani beda, haluannya pun tidak populer ditengah masyarakat yang amat sangat jaim bin munafik. In that sense, gue menaruh simpati dan respect kepada mereka. Layak untuk ditunggu lagunya seperti apa...

Toeuweuweu.... Pas liat di telivisi, duh... lagunya siapa sih nih, kok kayak lagu anak anak... liriknya pun terkesan seadanya cuma "lupa inget lupa inget C Am Dm ke G ke C lagi" dan bla bla bla... pas nengok, ya ampunnnn.... ternyata Kuburan Band...
Terus terang lagu Si Komo pun jadi terdengar jauh lebih kreatif... Dan herannya, dari pagi sampai malam, entah itu di TV, radio, di Mal, warung pinggir jalan, pasar malam sampai anak anak bawa kecrekan menyanyikan lagu ini
Lalu salah siapa? Kalau pencitraan sudah lebih penting dan lebih diberi bobot daripada kualitas dan bobot itu sendiri...
Di dalam dunia pencitraan, Manohara jelas di pihak yang dianiaya, padahal dia melarikan diri, bukan hanya dari suami-nya yang sah, tapi juga dari visum, yang seharusnya bisa membuktikan bahwa dia memang teraniaya. Buat apa cape cape visum kalau tanpa itu pun masyarakat sudah simpati. Terbukti Manohara sudah 'meningkatkan' statusnya dari model, menjadi 'artis'. Ia laku jadi bintang tamu di mana mana. Jangan jangan setelah visum malah ketahuan berbohong, well, who knows...
Dunia pencitraan juga langsung memenangkan Ibu Prita dan memvonis RS Omni bahkan sebelum putusan pengadilan. Bukannya gue ngga simpati sama Ibu Prita... gue juga bergetar mengetahui perlakuan tidak adil terhadap sebuah curhat biasa kepada teman teman dekat. "RS Omni juga tutup tuh 2 bulan lagi" canda seorang teman, yang makin hari, makin jelas menjadi tak sekedar bercandaan.
Di dunia pencitraan jugalah facebook (FB) bisa begitu berkibar... "lagi macet" "goreng telor" "patah hati" "lagi kitik kitik si kecil" "ngantuk berat" adalah segelintir contoh hal hal ngga penting yang ditulis orang di FB berharap diperhatikan dengan diberi komentar... Padahal kalau di pikir pikir, pernahkan Jakarta ngga macet di jam pulang kantor? Atau apa ngga gosong tuh telor digoreng sambil main FB? Kitik si kecil? pake blackberry? Sampai hari ini gue ngga mau nyentuh blackberry (baca: pelit atau ngga mampu?
), supaya ngga ikut ikutan menjadi 'ngga penting'.
Pencitraan menjadi jauh lebih penting dan krusial kalau sudah bicara kampanye capres - cawapres. Mega-Pro, SBY Berbudi, dan JK-Win, adalah singkatan singkatan yang sangat tidak penting, tapi bisa jadi amat menentukan dalam meraih suara. Seorang pemilih di Indonesia, most probably tidak akan mencari tau siapakah A, B, C, apakah bobotnya, prestasinya, programnya? Asalkan ia terdengar enak, terlihat bagus, senyumnya sumringah di poster dan kaos, sering muncul di TV, suara lantang, bisa jadi itulah ukuran yang dipakai most voters di negeri kita
Hal ini menjadi nyata (bukan semata asumsi gue), kalau menengok ke komposisi anggota DPR baru kita yang sebagian besar adalah artis.
Menurut gue, dengan capres cawapres yang ada, tidak ada gunanya Pemilu, sama saja, tidak ada hal baru dan jangan berharap banyak pada perubahan, apalagi perubahan ke arah yang lebih baik. Seperti gue berharap ada sesuatu yang lain dan lebih dari Kuburan band, ternyata hanya dagelan yang lebih mahal di make-up ketimbang Changcuters. Tidak ada gunanya Pemilu kalau pendompleng BLBI masih leluasa bahkan masih jadi 'bos'; Lapindo tersenyum karena bisa 'mengatur' pemerintah mana mana saja daerah yang menjadi tanggungan dia, sisanya ditanggung pemerintah; dan, Pemda melalui Satpol PP masih 'membunuhi' rakyatnya sendiri; masih miris melihat pertumbuhan mal dan tempat hiburan lebih pesat daripada sekolah; Pelayan publik masih belum berpihak pada publik; hujan sedikit Jakarta macet berjam jam karena banjir; Pesawat TNI berjatuhan satu per satu; anak anak di Bangka lebih suka menambang timah daripada melanjutkan sekolah, sementara bekas galian timah meninggalkan kerusakan alam yang tidak ditanggulangi; Pariwisata Indonesia masih kalah dari Malaysia yang ngga ada apa apanya; have no clue apa yang dilakukan dengan uang pajak yang gue setor tiap bulan; dan bla bla bla yang lain.

Wualah...
sampai lupa gue awalnya cuma ngomongin Kuburan band, malah ngalor ngidul ke mana mana. OK, kembali ke Kuburan band. Guys, tulisan ini tidak bermaksud meremehkan kalian. Sama sekali ngga ada niatan itu. Malah, gue acungkan 2 jempol
dan beri aplius
buat mereka. Di tengah dunia pencitraan yang semakin kental dan penting, mereka dengan sangat jeli melihat peluang pasar, dan memberi apa yang pasar inginkan... citra... kualitas? no 2 lah.... tas kulit dan parfum aja ada KW nya kok 
Toeuweuweu.... Pas liat di telivisi, duh... lagunya siapa sih nih, kok kayak lagu anak anak... liriknya pun terkesan seadanya cuma "lupa inget lupa inget C Am Dm ke G ke C lagi" dan bla bla bla... pas nengok, ya ampunnnn.... ternyata Kuburan Band...
Lalu salah siapa? Kalau pencitraan sudah lebih penting dan lebih diberi bobot daripada kualitas dan bobot itu sendiri...
Dunia pencitraan juga langsung memenangkan Ibu Prita dan memvonis RS Omni bahkan sebelum putusan pengadilan. Bukannya gue ngga simpati sama Ibu Prita... gue juga bergetar mengetahui perlakuan tidak adil terhadap sebuah curhat biasa kepada teman teman dekat. "RS Omni juga tutup tuh 2 bulan lagi" canda seorang teman, yang makin hari, makin jelas menjadi tak sekedar bercandaan.
Di dunia pencitraan jugalah facebook (FB) bisa begitu berkibar... "lagi macet" "goreng telor" "patah hati" "lagi kitik kitik si kecil" "ngantuk berat" adalah segelintir contoh hal hal ngga penting yang ditulis orang di FB berharap diperhatikan dengan diberi komentar... Padahal kalau di pikir pikir, pernahkan Jakarta ngga macet di jam pulang kantor? Atau apa ngga gosong tuh telor digoreng sambil main FB? Kitik si kecil? pake blackberry? Sampai hari ini gue ngga mau nyentuh blackberry (baca: pelit atau ngga mampu?
Pencitraan menjadi jauh lebih penting dan krusial kalau sudah bicara kampanye capres - cawapres. Mega-Pro, SBY Berbudi, dan JK-Win, adalah singkatan singkatan yang sangat tidak penting, tapi bisa jadi amat menentukan dalam meraih suara. Seorang pemilih di Indonesia, most probably tidak akan mencari tau siapakah A, B, C, apakah bobotnya, prestasinya, programnya? Asalkan ia terdengar enak, terlihat bagus, senyumnya sumringah di poster dan kaos, sering muncul di TV, suara lantang, bisa jadi itulah ukuran yang dipakai most voters di negeri kita
Menurut gue, dengan capres cawapres yang ada, tidak ada gunanya Pemilu, sama saja, tidak ada hal baru dan jangan berharap banyak pada perubahan, apalagi perubahan ke arah yang lebih baik. Seperti gue berharap ada sesuatu yang lain dan lebih dari Kuburan band, ternyata hanya dagelan yang lebih mahal di make-up ketimbang Changcuters. Tidak ada gunanya Pemilu kalau pendompleng BLBI masih leluasa bahkan masih jadi 'bos'; Lapindo tersenyum karena bisa 'mengatur' pemerintah mana mana saja daerah yang menjadi tanggungan dia, sisanya ditanggung pemerintah; dan, Pemda melalui Satpol PP masih 'membunuhi' rakyatnya sendiri; masih miris melihat pertumbuhan mal dan tempat hiburan lebih pesat daripada sekolah; Pelayan publik masih belum berpihak pada publik; hujan sedikit Jakarta macet berjam jam karena banjir; Pesawat TNI berjatuhan satu per satu; anak anak di Bangka lebih suka menambang timah daripada melanjutkan sekolah, sementara bekas galian timah meninggalkan kerusakan alam yang tidak ditanggulangi; Pariwisata Indonesia masih kalah dari Malaysia yang ngga ada apa apanya; have no clue apa yang dilakukan dengan uang pajak yang gue setor tiap bulan; dan bla bla bla yang lain.
Wualah...
Langganan:
Komentar (Atom)