Tampilkan postingan dengan label friends. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label friends. Tampilkan semua postingan

31 Juli 2009

Outing 2009 : Tanjung Lesung

Wow, words are hard to express deh... :)
Mereka ternyata anak anak gila, di istilah mereka: "laki laki jahanam dan wanita wanita biadab" :ymdevil: :p Keseharian mereka yang berkutat pada jurnal, accrual, closing, Bapepam report dll, ngga nyangka di luaran mereka anak anak yang gaul, asyik dan liar… :ymdevil:

Ini outing pertama gue di kantor baru, setelah tahun lalu gue ngga ikut karena milih jaga Kelly (new born) dan mamanya yang habis operasi caesar.

Perjalanan dari Jakarta menuju Tanjung Lesung (Villa Kalicaa) total 4.5 jam (mungkin dengan mobil pribadi, hanya 3.5 jam), melalui tol Jakarta Merak dan keluar di Serang Timur, arah Pandeglang. Gue yang tadinya mau ngapalin jalan biar bisa berangkat sendiri next time langsung nyerah :-?? , ternyata cukup berkelok kelok jalannya. Alternatifnya, bisa perhatikan plank jalan, pokoknya dia searang sama Pulau Umang, ikutin aja petunjuk arah itu.

Menatap Sunset, Bike tracking menyusuri pantai, menanam terumbu karang, sarapan pagi dan main games di Pulau (P. Haliungan - tempat shooting "pulau hantu 1 & 2"), futsal outdoor, voli pantai, snorkeling (walaupun ngga secantik Bunaken), jet ski, banana boat, body painting adalah diantara yang bisa dilakukan disini. Dan anak anak gila ini benar benar membuatnya hidup... :ymcowboy:

Dan malam adalah saatnya semua lepas :ymparty: Mungkin begitu ya naturenya kerja di perusahaan bir, setelah 2 - 3 gelas, semua keluar wujud aslinya... :ymdevil: Dari awalnya malu malu, jadi semua nimbrung di depan panggung sambil berjoget, dan tak jarang pula yang bernyanyi sampai singer-nya merasa tersaingi. Dari house music sampai dangdut, dari lagu Batak sampai 'kepompong', keluar semua...

Ngga ada jaim jaim – an selama 3 hari itu. Gue aja baru tau, ternyata anak kantor penyanyi semua, terutama duo TiTu, si Echa dan Agnes, bener bener mantap nyanyian dan goyangannya. Juga FD orang Bule yang rada gelo, Tax Manager yg rame, sampai FAM yang tukang engkol (kalo ada yang joget dia memperagakan gerakan engkol dari belakang) benar benar lots of FUN… ^:)^

Dan semuanya: NARSIS !!!!! :coolphotos:

Foto lengkapnya bisa dilihat di day 1, day 2 dan day 3 Tanjung Lesung.

Di tengah keasyikan ber-outing ria, kita dikejutkan berita bom di Mariot dan Ritz Carlton yang menyisakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Terlebih FD kami yang orang Belanda, salah satu temannya sedang berada di lokasi bom dan harus diamputasi kakinya...

17 Juni 2009

Reza & Ninik, happy wedding

Ternyata begini ya kondangan anak pejabat... (ndeso mode on :stupid: ). Di JCC, Minggu malam, 7 June 2009, memenuhi undangan temen gue, Reza, yang malam itu sedang ngadain resepsi.

Image


Bener bener ngga sembarangan, seluruh JCC penuh, bahkan membludak. Dan baru kali ini gue ke kondangan, masuknya sampai antri, karena ada pemeriksaan dengan metal detektor segala. Masuk ke dalam bingung lagi... untung ada protokolnya (pemerintah banget :D ), yang ngasih tau... "jalur salaman sebelah kanan ...! sebelah kiri langsung makan...!" nah lho, tetep aja banyak orang ngantri jalur salaman :p Termasuk gue, Nat dan Kelly yang mau mencoba peruntungan untuk menyalami pejabat :p

Sampai suatu titik jenuh... ngga bergerak bergerak, temennya Nat yang juga tamu undangan, mengajak 'retreat' alias mundur... ya udahlah, apalagi sang protokol bilang antrian masih 1/2 jam lagi dan meliuk liuk kayak ular... ya wish, mundur deh, apalagi bawa bawa Kelly. Pas mundur itu beberapa orang ikut mundur juga, sambil ada yang bercanda "jalur pulang mana ya..??" ha ha ha :)) Pas itu kan muka muka orang pada BT semua, ada suatu hal yang lucu. Beberapa dari BT menjadi senyum pas liat Kelly, lalu mencoba pegang pegang, "ih lucu banget ni anak" kata seorang cewek muda yang menggandeng seorang om. Ohya, ini pemandangan biasa... banyak banget wanita muda disini yang gandeng 'barang tua' alias om om.. he he, escort kali ya... :nocomment:

Tamu 'biasa' kayak gue dan temennya Nat itu, ada di depan auditorium JCC, yang ada tangga tangga itu lho. Kalau yang wisuda di situ pasti tau. Disitu penuh dengan segala macam makanan, yang paling menonjol sih makanan Palembang (Reza ini orang Palembang asli). Yang menarik, semua ornamen JCC malam itu berubah menjadi mirip rumah Melayu, serba Melayu. Dari ornamen kayak hiasan bunga bunga, bahkan ada pajangan lemari lemari khas Melayu, lagu lagu Melayu (Palembang), sampai penerima tamu dan semua panitia berpakaian adat Palembang. Souvenir juga berupa kipas ala Melayu. Unik juga.

Image

Tapi soal makanan, taste nya biasa banget. Masih jauh lebih OK kondangan Sabtunya di Shangri La (Tommy dan Laura, anaknya Ci Wiwi, dulu klien KPMG). Itu mah OK banget banget =P~ :p Sampai kita udah mau pulang, antrian masih warakadah panjangnya kayak ular. Ya udahlah, batal deh niat menjabat tangan Pak Hatta Rajasa he he he :p

Siapa si Reza? Lengkapnya Reza Ihsan Rajasa, putra sulung Mensesneg Hatta Rajasa. Gue kenal dia waktu sekantor dulu di AKR. Waktu itu dia jadi MT, dan diminta untuk ikut 1 audit engagement dengan kita para internal auditor. Waktu itu, gue dan Roy ada tugas ke Medan, ya udah, sekalian aja sama Reza. Waktu itu udah santer, ada "anak menteri" di antara kita :p Apalagi namanya jelas banget, Rajasa... Ini ada kenang kenangan waktu di Pelabuhan Belawan, Medan, September 2007. Gue, Roy dan Reza.

Image

Dari situlah gue dapet kesan bahwa anak ini sangat sangat low profile sebagai anak pejabat. Kita kerja bareng bareng tanpa perbedaan dan orangnya sangat ingin belajar. Dia tidak menolak, bahkan cukup antusias untuk turut melakukan assets opname, di terminal tanki dan Pelabuhan Belawan yang panasnya sangat menyengat. Si Reza sampai bilang gini "Medan panasnya Edan !". Sampai, gue inget, puasanya terpaksa batal hari itu :(

Setelah balik dari Medan pun, setiap ketemu pasti nyapa dan ngobrol. Terakhir gue tau dia ikut proyek nyari kapal sampai ke Menado. Saking low profile-nya banyak orang kantor yang tidak tau dia anak menteri, ada yang tau tapi tidak yakin, kayak gue sendiri. Sampai gue menerima undangan dari FedEx, orang FedEx-nya dengan mantap mengatakan, "Pak, ada undangan dari Hatta Rajasa". My gosh, bener ternyata oiiii :p

Reza dan Ninik, semoga langgeng dan dipenuhi kebahagiaan ya... :) PS. Pinter lo Za, dapet cucu-nya Moeryati Soedibyo he he he ... :lolboard: b-(

16 Mei 2009

Meet the Man behind Inijie.com & deliopedia

Senen sore, ada SMS dari seorang teman dari Surabaya yang kebetulan lagi tugas di Jakarta. Temen, tapi belum pernah bertemu muka. Gue kenal dia dari sebuah blog yang ia kelola www.inijie.com yang tajuk-nya "Life is delicious". Udah bisa ditebak kalau isi blognya melulu soal makanan, jalan jalan, 2 hal yang membuat hidup (life) makin nikmat (delicious).

Ceritanya, tahun lalu sekitaran Juni, waktu gue lagi tugas di Surabaya, seperti biasa, gue hobby hunting hunting makanan enak, apalagi dibayarin kantor :p gue manfaatkan bener ! :D Sehingga di sela sela kerja gue suka browsing nyari makan enak di Surabaya. Kalo ngga salah waktu itu keywordsnya "Makan enak di Surabaya". Nah ketemulah gue dengan INIJIE.COM "Life is Beautiful" ini dan -Jie- pemiliknya, secara maya.

Awalnya gue pikir pemilik blog-nya cewek :p , soalnya waktu itu memang pasang foto cewe sbg avatar-nya kalo ngga salah. Nah, waktu itu dia lagi buka "Quest Blogger" untuk ikut ngerame-in blog itu. Iseng ah, gue ikutan mendaftar dan memasukkan satu tulisan gue waktu dinner buffet di hotel Mercure Grand Mirama. Ngga tau-nya tulisan gue itu malah menjadi tulisan perdana "quest blogger"nya dia, dan lumayan mendapat sambutan dari 'audience' atau pembaca/pengikut setianya :)

Ada beberapa tulisan yang submit setelah itu. Sampai dia mengundang gue untuk ikut dalam sebuah forum diskusi mengenai kuliner dan jalan jalan, yang dia prakarsai. http://www.deliopedia.com. Gue juga 'rajin' berkontribusi, kebetulan mempunyai interest yang sama dengan orang orang yang dihimpun oleh Jie di sana. Dan gue-pun merasakan manfaat dari ikut forum tersebut. Selain bisa berbagi pengalaman kuliner dan jalan jalan, juga dapat banyak 'ilmu', terutama referensi jalan jalan/makan dari teman teman yang lain.
Sebut saja Veny yang jagoannya kuliner dan 'grosiran' :p (thanks for sharing 'Semarang'). Ada b4b1b0y yang tiap minggu pasti ada update tempat makan sekitaran Jakarta Barat/Pusat. Juga beberapa teman lain di Surabaya (homebase-nya Jie), bahkan ada yang di luar negri. Itung itung juga menambah teman :) siapa tau someday ada kesempatan travel ke LN bisa minta info dari mereka, sukur sukur bisa ditemenin :)

Kembali ke SMS Senen sore itu yang berlanjut dengan pertemuan face to face keesokan harinya (gue ngga mau pake istilah kopdar, kesannya ABG banget :p :lolboard: ). Sehabis pulang kantor, gue dan Natz menyambangi sang 'maestro' di tempat dia menginap di Hotel Sahid. Gue sebut dia 'maestro' atau 'selebriti blog', karena blognya menarik cukup banyak pembaca setia (well, termasuk gue :p ), penuh inovasi dan ngga boring. Begitu juga dengan deliopedia yang dia gagas dan rancang, menurut gue sangat apik, user-friendly, dan enak ngikutinnya.
Ternyata orang aslinya juga cukup cool, ngga jaim, dan menyenangkan. Obrolan santai sambil santap malam 'rusuk sapi' di Daeng Tata Casblank membuat kita berempat: gue, Natz, Jie dan seorang temannya tak terlihat baru pertama kali bertemu. Menyenangkan... boleh diulang lagi, semisal bertemu lagi di Jakarta atau Surabaya atau malah ngga menutup kemungkinan di kota lain :-!
Tulisan gue sebagai quest blogger inijie.com (kilik untuk link):
Buffet Universe @ Mercure Grand Mirama ****
Sedangkan www.deliopedia.com akan segera di-launching. Bagi penyuka jalan jalan dan makan, dijamin ngga nyesel deh join :)

17 Maret 2009

Kodok Merit


Judul diatas bukan lelucon. Bukan juga menggambarkan musim kawin kodok yang marak ditengah musim hujan di Jakarta. Kodok itu temen gue, dan dia barusan merit (melangsungkan pernikahan - bahasa panjangnya) hari Minggu 15 Mar yg lalu. Sengaja gue kasih gambar kodok naik motor sebagai pembuka. Mengingatkan gue akan masa masa kuliah. Waktu jaman kuliah dulu, Kodok, seperti gambar di atas, setia dengan motor RX King-nya yang warna hijau relaxa, persis warna motor yang di 'tunggangi' pada ilustrasi gambar itu.

Another childhood friend get married


Gue berteman dengan Kodok sejak kuliah. Memang, pada saat itu kita ngga 'child child' amat. Kita udah pada ngerokok, udah mengenal cimeng, some of us malah udah kenal narkoba dan sudah ber-sex bebas ria. Sungguh sangat tidak innocent lagi untuk dibilang 'childhood' friend. Tapi lihat dulu dong. Itu sudah belasan tahun yang lalu. Pada saat umur kita baru 18 or 19 tahun. Kalau dilihat dari konteks sekarang, sebutan 'childhood friend' menjadi amat sangat relevan. Bahkan untuk teman teman SMA gue, kita baku menyebut diri kita sebagai SHBT KCL (kependekan dari Sahabat Ketjil), walaupun SMA juga udah ngga kecil kecil amat toh...

Kembali ke Merit Kodok. Entah ini tradisi orang Bentang apa kebetulan aja. Buset. Undangannya buanyak banget. Ruangannya harusnya cukup untuk 1000 orang (segede Angkasa Pura), mungkin tamu-nya 2x-nya itu. Jadi teringat waktu Kodok wisuda di JHCC, wah waktu itu juga yang datang sekompi, sekampung, maka ngga heran, malam itu penuh sesak begitu. Baru kali ini gue kondangan cuma kebagian makan kerupuk. Akhirnya gue, Oon dan Toge memilih makan di restoran padang seberang tempat kondangannya (Hotel Istana Nelayan, Tangerang). Ini juga pertama kali. Harusnya angpaonya di-korting he he he :_P

Tapi tidak ada yang gue sesali dari itu. Kondangan itu sendiri sudah gue syukuri. Bertemu beberapa temen yang jarang banget ketemu. Erwin, Hesti, Santi, Tedy. Selain dengan Oon, Toge dan Keni yang masih lumayan kontek. Ngga banyak ya, ternyata. Tapi malam itu cukup seru walaupun cuma segelintir manusia (yang kenal).

Erwin, yg malam itu datang dengan putrinya yang cantik baru 2 minggu pindah kerja ke grup-nya Gudang Garam. After 8 years bergelut di dunia auditor, gue menyangka dia bakal disitu selamanya, sampai jadi partner, bahkan senior partner. Gue terbayang melihat tanda tangan dia di laporan audit perusahaan terkemuka, dan membayangkan namanya ada di salah satu papan nama KAP (Kantor Akuntan Publik) terkenal adalah tidak sulit, sejajar dengan Siddharta, Widjaja, Sarwoko, Sanjaya, atau Prasetyo. Ternyata gue salah. Dan orang yang sudah berada dalam posisi Manager di KAP, biasanya sulit lepas, karena tawaran di luar sangat 'tidak menggiurkan' lagi (itulah alasan gue out pada saat posisi SPV). Terbukti temen gue satu ini lebih cinta keluarga, dengan memilih karir yang lebih slowdown. Malam itu ia datang dengan putrinya bukan tanpa alasan. Istrinya (Telly, yang lagi hamil) tidak ikut, dan tentu ngga rela membiarkan suami-nya melajang sendirian di malam itu :_P

Hesti, beda banget sekarang. Rambut curly dan di-highlight cokelat. Make-up juga soft and ok. Beda banget sama waktu kuliah yang nge-jeans dan kaos dan ngga pernah make up. Yang sama adalah bobot tubuhnya :_P dan gaya bicaranya yang 'penguasa' kampung. Ada kelakar menjelang bubaran. "Hes, sampai jumpa di kawinan lu ya" wah muka dia langsung sumringah (padahal masih menjomblo). Erwin nimpalin gini, "waduh, jangan kawinan Hesti deh, gue ngeri kelamaan, kita ngga ketemu ketemu lagi..." langsung dikejar sama Hesti, mau dipiting (kepit di ketek -> kayak gulat WWF), persis masa masa kuliah...

Santi, ternyata udah merit Sept 2008 yg lalu. Memang pesta keluarga aja sih. Suaminya juga dibawa malam itu.

Tedy, juga bawa istri (Velly) dan anak. Anak pertama keliatannya udah 8 - 9 tahun. Anak kedua (dalam kandungan) udah 2 bulan. wah wah. Memang dia ini yang urutan pertama merit diantara kita semua. Ngga heran, dia yang paling "produktif" :_P Tedy pulang duluan sehingga ngga ada di foto.

Oon dan Toge datang berdua. Masih ngga berubah, jombloh dan ngga pinter pinter. Si Oon, waktu Keni merit, dia salah hari. Kali ini dia salah tempat. Padahal si Toge udah berkali kali gue wanti wanti BUKAN Istana Nelayan pinggir tol Serpong. Dengan enteng dia jawab gini: "gue tanya Oon, tau ngga On..? trus dia jawab, Tau...!, ya udah". Bener bener dumb and dumber, yang satu bego, yang satu ngga pernah belajar kalo temen-nya bego (namanya juga Oon). Di akhir acara, Oon malah ngaku, hotel ini punya temennya... "Lha kok lu masih ngga tau juga?" selak si Keni... Makanya On, kalau bego jangan kasih liat orang... :_P (dikutip dari Lussy ngomel sama Elsih).

Keni juga datang sama istri (Yuli) dan datengnya bareng gue (dia ke rumah gue dulu). Untung bawa si Keni, yang bikin peta mabok juga tuh, nunjuk arahnya dari Kalideres lurus lurus doang padahal ada perboden dan aslinya harus belok belok juga. Si Keni ini juga penganten baru, dan Yuli udah hamil 5 minggu. Wah bener banyak kabar gembira ya...

Gue malah belum ceritain Kodok he he. Gue kenal dia sejak kuliah. Benteng asli, item, pendek, dekil. Kalo di kelas kerjanya nyoret nyoret catatan gue. AJ sickman, AJ = anak jelek dan lain lain. Pas gue belajar deket ujian, gue kebingungan sendiri liat catatan gue (aslinya sih emang udah hancur berantakan,,,). Terus dia punya kebiasaan aneh, kalo ke WC pasti ngajak gue, sampai dijuluki 'temen ke WC bareng' (temenannya kalo lagi mau ke WC aja). Dia bisa rela ngga ke WC, nunggu gue dateng, baru deh,,, "bi.. WC yuk" tanpa malu malu. Untung ngga ada yang mensinyalir kita homoan di WC. Ada satu hal yang bikin gue 'bangga' jalan sama Kodok, dia jauh lebih pendek dari gue, sehingga gue tampak lebih tinggi :_P


Lulus Untar, dia kuliah S-2 di Aussy. Nih ada cerita menarik yang melibatkan rencana pembunuhan. Ceritanya Oon dan Yuli dan Toge janjian mau ngurus kuliah ke Aussy bareng dan ngajak Kodok. Kodok kena bujuk rayu, maka segala harta benda termasuk sawah dan tanah pun digadai. E, sampai hari H-nya hanya dia yang berangkat. Alhasil, selama di Aussy pikiran dia cuma mau membunuh Oon, Yuli dan Toge, sambil ngasah golok saban pagi... :_P

Tapi ngga sia sia dia ke Aussy, sampai dapet pacar orang Jepang segala. Yang pas dia kasih liat fotonya... yahhh... ini mah foto si Elsih, ngapain dok jauh jauh kalo kepincut cewek Cirebon hua ha ha. Cewek Jepangnya naksir bukan apa apa... Pasti karena kalau liat Kodok merasa 'dirumah', secara si Kodok kan pendek katek kayak orang Jepang he he.. Tapi si Kodok walaupun kate, jelek, nyebelin dan annoying (suaranya melengking berisik gitu), tetep ngga pernah kesepian cewek. Selalu aja ada yang nempel dan kayaknya putus satu menyambung yang lain. Entah apa resepnya.

Nah, pas balik Aussy sempet kerja di Tangerang. Mungkin sakit hati denger gaji gue lebih gede daripada dia lulusan S-2 Aussy pula, dia akhirnya berangkat ke Singapur mendulang Sing dollar. Padahal sangat wajar, dia kan itungannya fresh graduate (walaupun S2), sedangkan saat itu gue udah 4 tahun membusuk di KAP. Nah disitulah dia ketemu si Veronika (istrinya ini), yang ternyata oh ternyata, sesama Cina Benteng juga. Keni sih yakin bukan cinta, tapi hanya Kodok satu satunya yang mengerti bahasa Benteng yang selalu mulai dengan.."lha kapan..." atau "..di mari.." :_P Jadilah sejoli itu melangsungkan akad nikah di Singapur Dec 2008 kemaren. Yakin luh bukan karena udah mau 3 bulan dok?? Weiii belum gue apa apain tuh... ah.. lagak lu dok, kayak kita temenan baru kemaren...

Well, masih disayangkan sih, masih banyak yang ngga dateng, Lussy Elsih, Yuli (di Aussy), Dion (Balikpapan), Agus Burung (janji mau dateng), Jaing, Umin (dihubingin susah banget), Kebo, Aseng (Singapur), Hendrih Budut, Heni, Jacko, wah masih banyak lagi deh...

Si Veronika musti baca buku ini nih. Apa karena baca buku ini ya??

12 Januari 2009

My Best Friend’s Wedding, Keni & Juli 10 Jan 2009

Mereka menyebut gue dan Keni Batman dan Robin, atau Air Supply (duo asal Australy), bahkan ada yang mensinyalir kita ini ‘temen homo’ :_P well, sedeket itulah gue dengan Keni (dan juga Toge – Verdi – bestman pernikahan ini dan juga di pernikahan AjNatz).


Jam 3 pagi kurang gue sudah harus terjaga, pergi ke kamar sebelah, ternyata kedua Stooges ini tidak tidur sama sekali, berdarah darah dengan raket nyamuk. Iya, mereka nginep di rumah gue, setelah pulang bertiga dari Starbucks Puri jam 1 pagi.

Jam 3 lewat, bertiga + sopir langsung menuju kediaman Keni dan keluarga di Teluk Gong, Jak-Ut. Sampai disana, langsung prosesi pembuka yaitu sembahyang kepada leluhur. Hal ini penting, selain minta restu dari leluhur agar hidup damai, juga penegasan eksistensi kita sebagai etnis Tionghoa di Indonesia. Sampai ada prosesi ‘lilin tak boleh padam’ sehingga salah satu saudara (ci Lily) harus tetap tinggal dirumah, menjaga sang lilin. Sampai gue bertanya ke Keni: “Lu mau kawin apa mau ngepet?” Babi ngepet juga harus ada yang jagain lilin, agar ‘penyamaran’nya tidak ketahuan. Ada ada aja…


Jam 4 pagi lewat, semua masuk mobil. Gue, Keni dan Toge, + keluarga Keni (yang juga keluarga angkat gue), Papa dan Mama, Yin Ha dan Kenken. Untung ada Pak Ubai, sehingga gue bisa tidur sepanjang perjalanan ke Cibinong.

Sampai Cibinong, kita langsung dibukakan kamar di Hotel Pondok Orri, Cibinong tak jauh dari pintu tol. Supaya kita bisa lanjut tidur menunggu Keni dan Papa Mama pergi make up. Sekali lagi, syukur ada Pak Ubai, lagi lagi gue ngga perlu nyupir :_)

Sekitar jam 7 kita siap siap menyambut kembalinya si mempelai pria, sambil menyantap bubur (beli di depan hotel). Hampir jam 8, mempelai pria balik dan langsung acara ‘keluar rumah’ dalam hal ini lebih tepatnya keluar hotel. Intinya menyerahkan mempelai pria oleh ortu ke bestman. Gue, Keni dan Toge masuk mobil penganten. Yin Ha dan Kenken diantar Pak Ubai kembali ke salon untuk dandan, dan Papa dan Mama bisa istirahat di kamar sampai nanti acara di Gereja.

Di dalam mobil penganten, gue sempet gak bisa menahan tawa, gimana ngga. Gue dan Keni duduk di jok belakang seolah sepasang penganten, “sejak kapan di Indonesia boleh kawin sesama jenis??” mungkin itu yang ada di pikiran orang yang kebetulan melihat ke dalam jendela mobil. He he..


Sampai dirumah July di perumahan Palem (Cibinong), mulailah prosesi menjemput mempelai wanita. Segala penyerahan jeruk di muka pintu oleh perwakilan keluarga wanita, dan disambut dengan sapu tangan oleh Keni dan pemberian angpao untuk si pembawa jeruk (mungkin adapt Cibinong, hell know). Sampai disitu gue dan Toge hanya bisa duduk di luar rumah dan menunggu, mereka serah serahan dan pose pengantin dilanjutkan dengan tea pai keluarga July.


Menjelang jam 11 siang, semua bersiap untuk pemberkatan nikah di Gereja. Kebetulan keduanya warga GBI (Bethel). Sebelumnya sih Keni beragama Budha dan lumayan rajin ke Kelenteng. Begitulah orang bisa berpindah agama, karena menikah.

Sudah sampai Gereja, gue sempet dimintai tolong untuk kembali ke hotel menjemput Papa Mama Keni, mengingat upacara sudah mau dimulai. Yin Ha dan Ken Ken yang sedianya menjemput mereka sesudah make-up ternyata tidak sempat lagi. Namun, pas balik lagi ke Gereja, mereka malah udah nyampe duluan.

Upacara pernikahan ala Kristen memang agak lama, sampai jam 1 siang. Setelah diberkati, pasang cincin, sungkem dan penopangan tangan, resmilah dua sejoli ini menjadi pasangan suami istri yang sah. Terakhir, catatan sipil, gue ikut juga menandatangani akte nikah sebagai saksi. Beda dengan saksi pernikahan Katholik yang harus suami istri, disini lebih kepada wakil keluarga pria dan wanita masing masing 1 wakil. Dan gue, tentunya wakil dari keluarga mempelai pria (kapasitas sebagai kakak angkat).


Selesai dari sana, perut sudah keroncongan. Untung tersedia nasi kotak dari panitia :_) yang langsung gue lahap di mobil. Kali ini, pasangan suami istri bari ini kembali ke rumah Keni untuk sembahyang leluhur. Lagi lagi thanks to pak Ubai, gue bisa tidur pulas di mobil :_)

Sampai dirumah Keni, gue hanya drop keluarga Keni aja di rumah. Gue langsung diantar pak Ubai untuk kembali ke rumah, siap siap jemput Natz ke acara resepsi. Sampai rumah, Pak Ubai langsung kembali ke Teluk Gong dengan Innova. Dari pagi memang pakai Innova, supaya muat semua dalam 1 mobil.

Jam 4 gue sudah harus jalan lagi, jam 5 kurang 15 baru jalan sih actually. Setelah titip Kelly dan pembantu di rumah Mama, gue dan Natz langsung menuju Gading Marina, tempat resepsi nikah. Kali ini nyetir sendiri, Pak Ubai sudah gue instruksikan untuk melayani keluarga Keni :_).

Sampai di Gading Marina jam 5 lewat, langsung kena giliran tea pai. Segelas kecil teh itu langsung kita bayar lunas dengan sebuah kalung emas kuning dan angpao. Setelah itu langsung bertugas sementara sebagai penerima angpao karena belum lengkap penerimanya. Setelah itu tugas lagi sebagai penerima tamu (salaman). Tentunya setelah makan di tempat keluarga hehe :_P

Temen temen yang datang kok dikit banget ya… Cuma gue dan Toge; Elsih, Andi dan anak mereka; Kebo, Telly dan anaknya; Hasan dan Mamanya; + Jani dan Dian. Itu doang. Ngga ada Umin, ngga ada Ferry Tunge, ngga ada ... wah banyak deh kalo mau disebutin satu satu. Entah pada lupa apa gimana… Yang jelas cuma Erwin yang tak lupa titip angpao. Sayang banget, dari segelintir yang datang, gue lupa foto masing masing keluarga.


Begitulah pernikahan Keni dan Juli, yang awalnya sempat ditentang Papa Keni karena masalah keyakinan. Prosesi Keni dan Juli kembali ke rumah Keni untuk sembahyang itu menjadi penting buat Papa Keni. Menunjukkan anak dan menantunya tetep menghormati leluhur dengan sembahyang. Apalagi yang paling ditakuti oleh orangtua Chinese yang masih totok selain takut dirinya ketika meninggal tidak ada yang sembahyangin?
Suatu hal yang anti dilakukan oleh pemeluk Kristen. Melawan orang tua lebih besar dosa dari apapun, apalagi hanya memegang hio sebagai symbol memuja leluhur. Untung keduanya sadar.

Gue juga sempet melihat Papa Keni menangis waktu sungkem di Gereja. Menandakan beliau terharu juga...

Keni dan July, selamat dan semoga berbahagia sampai selama lamanya...


Pulang ke rumah jemput Kelly dan pembantu. Ngga lama, Pak Ubai kembali. Besok sorenya, malah dia datang lagi khusus cuci’in mobil Innova. Dan pengen cuciin CRV juga. Hehe, ngga enak katanya mobil kotor habis dia pake. Apa upah gue yang kegedean buat dia? :_P

Lihat foto amatir mereka di sini