Tampilkan postingan dengan label charity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label charity. Tampilkan semua postingan

28 November 2009

Celebrating Kelly one year @ Pondok Si Boncel

Cerita Korea pending dulu ya :) Ada yg mau diceritakan lebih dulu... Merayakan Ultah Kelly 1 tahun !! :)

Papa & Mama Kelly sudah excited untuk hari ini months before :) Mulai dari perencanaan: budgeting (nah lho.. :P ), menentukan jenis makanan dan isi goodybag, menghubungi pihak panti asuhan... sampai terwujudnya hari H itu hari ini.

Pemilihan Panti Asuhan sbg tempat perayaan dimaksudkan untuk memberi kebahagiaan kepada anak anak yg tidak beruntung. Selain memupuk kepedulian Kelly sejak dini (terlalu dini sih memang) untuk menjadi anak yg baik dan selalu bersyukur.

Pondok Si Boncel bukan pilihan acak. Sudah cukup lama gue merindukan untuk ke sini. Sejak lama sudah menjadi donatur tetap, sempat terhenti, dan kini kembali lagi :) Ada cerita personal, keterikatan batin yg cukup kental, mengapa Aj merindukan tempat ini, dan akhirnya terwujud !

Seminggu penuh sebelum hari H, begitu gue pulang bertugas dari Korea, semua persiapan dimatangkan. Mulai dari belanja untuk goodybag (Carefour), pesanan makan (A&W - paket seru), stationery set (www.grosirpasarpagi.com) dan kue ultah (Papa Mama Pastry). Sehari sebelumnya, sibuk masuk masukin souvenir menjadi goodybag. Dan inilah hasilnya :)



Besoknya (hari ini), dari pagi udah siap siap, ambil kue ultah di PapaMama, dan tunggu Paket Seru A&W diantar kerumah. Siap, semua masuk mobil. Bagasi sampai penuh :)

Gue agak buta sama Jagakarsa (Jak-Sel) tempat Panti ini berada. Untunglah ada Acoy yang bersedia nganterin siang itu. Berangkatnya jam 1.30 pas Kelly tertidur. Biar bisa lanjut tidur di mobil. Acara rencananya jam 15.30.

Sampai sana agak sedikit kepagian, jam 3 sore kurang. Maka, sama Pak Franky, petugas Panti, kita diajak keliling. Pas masuk, terdengar celoteh anak anak yg cukup berisik. Dijelaskan Pak Franky, "itu anak anak lagi mandi, siap siap acara" wah, senangnya :) Kelar isi buku tamu, kita diajak jalan di dalam Panti. Melihat anak2 bayi, ada 13 bayi yg sore itu lagi dimandikan bergantian oleh 2 pengasuh. Diajak menengok anak2 yg sedang sakit panas, batuk pilek. Dan melihat anak2 yang sedang beraktifitas menonton TV. Pas mengolok dari jendela, anak2 manis itu langsung nyamperin untuk salaman sama kita. Sopan, manis dan antusias sekali. Kelly juga dengan antusias menerima uluran tangan mereka. Sembari nunggu acara jam 3.30 sore, pose dulu depan Panti :)



Acaranya di sebuah aula khusus, yang sudah didekor "Happy Birthday". Sambil menunggu acara, pose pose dulu ah :)



Kira kira sampai jam 15.45 anak anak baru mulai berdatangan. Hiruk pikuk sekali. Terlihat wajah wajah yang polos dan alami, ada yang senyum, isengin temennya, ada yg merenggut, ada yang nangis dan macam macam ekspresi. Anak2 itu terdiri dari 3 kelompok dengan 5 pengasuh dan 1 suster yg membawakan acara. Sebenarnya ada 1 group lagi yg isinya anak2 yang lebih kecil lagi yang tidak ikut acara sore itu.

Waktu nurunin barang barang, sempet konsultasi sama suster apa yg kita bawa semua-nya boleh dikonsumsi anak anak. Ternyata semua lulus sensor, kecuali minuman dingin (ice lemon tea - nya Paket Seru A&W) karena musim-nya anak anak lagi batuk pilek. Untung pihak panti menyediakan aqua gelas sbg gantinya :)

Acara diisi dengan doa bersama, menyanyikan lagu "selamat ulang tahun", tiup lilin dan potong kue.




Abis itu, ada acara menyanyi dan menari yang dipersembahkan oleh anak2 manis ini. Tingkah mereka lucu dan natural sekali. Ada yang stand out among the crowd (gaya selebritis), ada yang 'dunia sendiri' (gerakan ngga ngikutin yg lain), ada yang malu malu, bahkan ada yg tengah tengah nari, tiba tiba ngambek ngga mau nerusin nari..nah lho... :)

Pas acara nyanyi dan nari ini, si Kelly 'mingle'. Dia senangnya bukan main. Tadinya pikir dia bakalan takut atau risih karena semua mencoba mendekati dia, mau salaman, mau peluk dan mau cium. Ternyata, malah bak selebritis, si Kelly nyamperin mereka ulurin tangan dan dengan ceria menyambut peluk cium temen temen baru-nya itu :)




Di antara anak anak itu ada yg menanyakan nama Kelly, bahkan ada yang 'mempertanyakan gender'-nya Kelly dengan menanyakan: "cewek kok botak?" yg membuat gue tak kuasa menjawab hanya bisa menahan tawa :) Ada yg bertanya ke Natz, "Mamanya mana? Papanya mana?". Ada juga yang memperkenalkan diri, "nama saya Aldo" "nama saya Rei" dan lain lain. Semua diungkapkan dengan begitu polos, tanpa canggung dan tentunya, tanpa rekayasa :)

Setelah puas menonton mereka bernyanyi dan menari (sampai ada tarian yg guling gulingan di lantai), tibalah acara makan bersama. Di jadwal keseharian mereka, memang makan sore jam 16.30. Maka mereka masing masing kelompok membuat lingkaran per kelompok. Paket Seru A&W pun langsung diserbu :) Seorang anak perempuan dengan polosnya bertanya: "Ini Mek-de bukan?" "bukan, ini AW" dia langsung teriak: "Aku mau makan AW !!" dengan gigi ompongnya keliatan semua :) Acara makan diawali dengan doa bersama, yang dipimpin oleh salah seorang anak yg ditunjuk suster. Doa makannya sudah dihafal semua, dan di doakan beramai ramai.





Yang lucu dan mengharukan dalam acara makan bersama ini adalah mereka dengan tiada sungkan meminta kita untuk membantu membuka sachet saos tomat. Beberapa ada yg 'sok' mau pake saos sambal, tapi dikit aja :) Natz bahkan mendengar paling tidak ada 3 anak yang menyusun makanan mereka sedemikian rupa dan bilang: "kayak makan di pesta". Begitulah anak anak manis ini menanggapi makna kedatangan kita: PESTA... Jadi terharu...

Sayangnya kita tidak sampai penghujung acara, karena khawatir Kelly mengantuk dan mulai rewel. Maka kitapun pamit ke suster dan mempercayakan pembagian goody-bag ke suster. Padahal akan lebih bermakna lagi kalo goodybag tsb kita sendiri yang membagi bagikan. Kebayang deh wajah wajah ceria itu menerima bingkisan dari kita. Ohya, untuk suster dan pengasuh, juga ada souvenir khusus, yaitu mug dengan foto Kelly sbg kenang kenangan kedatangan kita. Semua diterima suster dengan penuh rasa syukur.

Sampai kita meninggalkan halaman Panti tsb, anak-anak yang lewat (bubaran) masih berteriak teriak, "terimakasih bapak dan ibu" "datang lagi ya..." bahkan ada yg spesifik: "Ultah Kelly rayakan di sini lagi ya..." :)

Dengan keceriaan dan berkat yg kita rasakan, tidaklah sulit menentukan tahun depan akan disini lagi atau tidak :) Sepanjang acara, sampai perjalanan pulang, Kelly terlihat sangat ceria dan aktif. Berkali kali dia menyebut Mama dan Papa, seolah bersyukur dengan kehadiran kedua orang tuanya. Jauh lebih beruntung dari teman teman yg baru saja merayakan ultah bersamanya. Namun anak anak itu tetap ceria, bahagia dan tumbuh jadi anak manis, dibawah naungan suster2 dan pengasuh dan sabar, penuh dedikasi dan cinta yg tulus.

Terima kasih buat suster, pengasuh dan anak2 Panti Asuhan Pondok Si Boncel yang super ceria... Ultah Kelly yg pertama jadi sangat sangat sangat berkesan... :)

Pondok Si Boncel adalah panti asuhan khusus bayi dan anak2 di bawah 7 tahun. Setelah 7 tahun, mereka akan dipindahkan ke Panti Asuhan Desa Putera atau Panti Asuhan Vincentius Putera/Puteri. Dijelaskan oleh suster, anak2 ini datang dari berbagai latar belakang: orangtua yang tidak menerima kehadiran mereka, karena mereka tuli atau buta, dari keluarga broken home, ayah ibu narkoba, sampai buah hubungan gelap anak kuliahan.

Saat ini Pondok Si Boncel merawat 13 bayi, dan 74 anak anak dibawah 7 tahun, laki laki dan perempuan. Pondok Si Boncel masih membutuhkan banyak uluran tangan dari donatur donatur yang budiman.

Lebih lengkap bisa dilihat di situs-nya di www.pondoksiboncel.com atau situsnya Perhimpunan Vincentius Jakarta

29 Juni 2009

Amalia dan Rizma

Minggu pagi, buka yahoo... mendapati sesuatu yang menggembirakan sekaligus haru. Kedua anak asuh kita (Amalia dan Rizma) terlihat bahagia saat menerima bingkisan kecil dari kita.

Let these pictures tell it story:
Image

Baca juga:
HDI Foundation
Begini ya rasanya punya anak kembar ...?


Image

Image

Ini surat yessi (dari HDI Foundation) dan bagian atasnya reply dari gue:
Dear Yessi,

Thanks atas ulasan dan foto fotonya yang mengharukan. Sebagai orang tua yang jauh dari anak asuhnya, melalui ulasan tersebut saya bisa merasa lebih dekat dengan mereka, merasakan kebahagiaan-nya, keceriaannya dan berbagi keprihatinan keluarga mereka.

Atas saran yang diberikan untuk Amalia dan Rizma, saya setuju dengan guru dan wali muridnya. Jangan sampai dipaksakan ke SD malah nanti tinggal kelas.

Baiklah, Yessi jangan lupa info saya kapan harus saya transfer dan berapa biaya-nya juga no rekeningnya sekalian. Jangan lupa untuk selalu update saya dengan info anak anak manis ini :)

Salam,
Andijaya

--- On Sat, 6/27/09, yessi@hdifoundation.org wrote:

From: yessi@hdifoundation.org
Subject: Laporan Anak Asuh
To: aboth610@yahoo.com
Date: Saturday, June 27, 2009, 12:11 PM

Dear Bpk Andijaya,

Berdasarkan hasil kunjungan kami secara langsung ke TK Tunas Bangsa, Bantul pada 28 & 29 Mei 2009, dan setelah melakukan diskusi dengan guru pembimbing dari TK Tunas Bangsa serta orangtua/wali dari Amalia Ramadani dan Rizma Nur Alita, maka kami informasikan hasil evaluasi sebagai berikut:

1. Untuk masuk ke tingkat Sekolah Dasar diperlukan kemampuan untuk membaca, menulis dan berhitung (Calistung) yang cukup memadai, tetapi Amalia dan Rizma dinilai belum memenuhi persyaratan tersebut. Apabila keduanya dipaksakan untuk melanjutkan ke tingkat SD, dikuatirkan akan memberikan dampak negatif bagi kemampuan belajar kedua anak tersebut.

2. Dari segi mental, diperlukan keberanian dan kemandirian untuk belajar serta bersosialisasi. Dikarenakan umur keduanya masih belum mencukupi, Amalia & Rizma dinilai belum siap secara mental memasuki tingkat SD.

Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, kami mengambil keputusan yang terbaik bagi Amalia & Rizma untuk tetap bersekolah di TK Tunas Bangsa tingkat TK B untuk satu tahun kedepan. Kami mengharapkan kesediaan Bapak untuk terus mendukung pendidikan Amalia dan Rizma.

Terlampir adalah foto-foto dari Amalia dan Rizma saat menerima bingkisan yang Bapak kirimkan.

Kami akan sangat senang menerima saran dari Bapak. Terima kasih atas pengertian dan dukungan Bapak.

Salam,
Yessi Chandra
HDI Foundation
Kompleks Ruko Atap Merah, Blok C8
Jl. Raya Pecenongan 72, Jakarta Pusat
Tel: 3500128 ext 618
Fax: 3505024
Hp: 0856-7039122


Gembira dan Haru berbagi kebahagiaan dan keprihatinan mereka. Mereka berdua bukan satu satunya anak asuh HDI Foundation. Masih banyak anak terlantar lain yang butuh uluran tangan. Bersedia membantu?

21 Mei 2009

Begini ya rasanya punya anak kembar ? :)

Ternyata begini ya rasanya punya anak kembar...? :) Pertanyaan itu terlontar pada saat gue dan Natz mencari cari kado untuk diberikan ke 2 anak manis asuhan kita dari HDI Foundation. Risma Nur Alita dan Amalia Ramadani punya umur yang serupa dan mereka sama sama baru aja lulus TK dan sedang dicarikan SD oleh yayasan sosial tersebut. Keduanya tinggal di Bantul, Jogja, TK yang sama, guru yang sama (kita dikasih copy rapor-nya dan ditandatangan oleh guru yang sama), rumah mereka diyakini tidak jauh jauh amat, dan kemungkinan besar, kelas 1 SD nanti juga dicarikan sekolah (bahkan kelas) yang sama.

Beberapa saat yang lalu, datang e-mail dari pengurus yayasan, bahwa mereka akan mengakomodir acara kunjungan ortu asuh ke sana, akhir Mei ini. Tentunya, kita tidak bisa ke sana, padahal pengan juga sih ketemu dengan mereka :( Muncul ide, kenapa kita ngga membingkiskan sesuatu buat mereka, dititip ke pengurus yayasan. Kebetulan, Natz kenal dengan pengurus yayasan itu. Maka, jadilah kita hunting keperluan sekolah untuk mereka :)
At first, ngga kepikiran akan seperti membelikan sesuatu untuk anak sendiri. Pada saat ngejalanin, baru berasa... misalnya, duh, mereka suka ngga ya... dan apakah mereka akan bangga akan kita :ymdaydream: dan perasaan yang aneh muncul, kok seperti membelikan sesuatu buat anak kembar ya? :p Tas, 1 set alat tulis, buku gambar, buku mewarnai dan crayon yang kita beli harus sama atau paling tidak seragam, baik jumlah, bentuk, maupun warna. Supaya tidak ada rasa iri diantara mereka :p Maka jadilah seperti ini:

Image

Sampai tulisan di kartu ucapannya pun serupa :p

Image
--> dangdut banget ucapannya = :ymblushing:

Berikutnya, bungkus rapi dan siap di sampai kan :) tidak ketinggalan diberi pita agar menarik...

Image

Moga moga pemberian kita ini bisa menambah semangat mereka untuk sekolah dan berprestasi... Seperti ilustrasi Natz ketika dia masih kecil dulu, kalau ada sesuatu yang baru, pengen-nya cepet cepet ke sekolah (semangat). Semoga sesuai harapan kita :)

HDI Foundation, founded by a Singaporean, orang yang Natz kenal baik. Sudah membangun sekolah gratis dan menyediakan pelatihan guru guru di berbagai daerah tertinggal di Indonesia, contohnya di Bantul, Teluk Naga (Banten), dan di Papua sana. Hanya 90ribu perak sebulan sudah bisa untuk menyantuni pendidikan seorang anak usia TK. Untuk Risma dan Amalia yang mau masuk SD, sisihkan 135ribu saja per bulan, sudah meringankan beban kedua ortu-nya :) dan menitikan masa depan yang lebih baik buat mereka. Semoga.

Lapangkan hati untuk membantu, keterangan lebih lanjut bisa hubungi yessi@hdifoundation.org

Dulu gue pernah diramal: anaknya 7 !!! Ini udah 3 :p (Kelly, Risma dan Amalia)... 4 more to go :lolboard:

06 Oktober 2008

HDI Foundation



Setelah hampir seminggu ngga buka e-mail karena libur (karena biasanya nge-net gratis di kantor :_P), kemaren pas nongkrong di Caffee Bean RS Royal Taruma (lagi lagi nge-net gratis :_P), terima e-mail yang mengharukan dari HDI Foundation. Pemberian gue dan Natz sudah diteruskan untuk membantu biaya sekolah kepada anak anak sesuai keinginan kita. Anak anak usia TK yang lucu dan lugu, Amalia Ramadani dan Rizma Nur Alita, keduanya dari keluarga miskin yang sekolah di TK Tunas Bangsa, Bantul, Jawa Tengah. Gue dan Natz memang sengaja memilih anak TK sebagai anak asuh kita, selain karena mereka lucu dan lugu, kita berencana meneruskan bantuan kita sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ini foto keduanya yang imut imut itu.


Kenapa memilih HDI Foundation
HDI Foundation didirikan oleh orang yang kita (Natz) kenal baik. Beliau adalah warga Singapura yang memiliki dedikasi luar biasa untuk pendidikan di Indonesia. Melalui uluran tangannya sudah beberapa sekolah dibangun dan sedang di bangun di berbagai pelosok tanah air, yang notabene bukan tanah airnya, tapi beliau begitu peduli. Sekolah yang sedang dibangun yaitu satu TK di Landak – Kalbar; dan 3 TK lainnya di Papua.


Ngga mahal kok biaya pendidikan mereka, hanya Rp 90,000 sebulan (setahun 1,080,000), kita sudah bisa membantu anak anak ini. Anak anak petani, nelayan, tk becak dan tk bangunan yang penghasilannya tidak menentu. Yang kadang makan kadang ngga makan. Paling tidak mereka peduli akan pendidikan anaknya dengan mendaftarkan mereka di HDI Foundation. Mengapa kita tidak?


gambar gambar diambil dari newsletter HDI Foundation dan e-mail pribadi

19 Maret 2008

Sosialisasi Tzu Chi, 1 Maret 2008

Menjadi baik atau jahat itu pilihan. Dan pilihan menjadi orang baik tidak gampang. Melihat orang kesusahan tanpa bisa melakukan apa apa itu menyakitkan. Pun berderma bukan masalah uang. Memberi uang tanpa mengetahui uang itu dipakai untuk apa rasanya seperti pekerjaan yang belum tuntas. Terlebih lagi, melakukan kebajikan sesungguhnya bukan hanya untuk orang lain, melainkan juga untuk kebaikan diri sendiri.

Maka siang itu, gue dan Nat pun datang ke sosialisasi Yayasan Budha Tzu Chi. Sebelumnya sudah daftar melalui internet dan diberi undangan. Begitu sedikitnya wadah untuk kebajikan ditengah kehidupan yang serba sibuk membuat kita memilih yayasan ini.

Tidak banyak yang didapat dari sosialisasi selama 2 jam yg diadakan di WTC Mangga Dua itu. Semuanya adalah hal yang pernah kita dengar, melalui TV, Koran atau media lain. Juga tentang tata krama sampai seragam relawan yang rasanya terlalu dini untuk disampaikan, mengingat, dari sekitar 100 orang yg hadir, kesemuanya belumlah relawan dan belum tentu juga semua jadi relawan.

Terus terang, siang itu, gue datang hanya untuk mencari tau, apakah yayasan ini worthed untuk diikuti atau ngga. Apakah ia memaksakan suatu ajaran? Suatu agama? Apakah relawannya sombong? Intinya: Apakah sesuai dengan hati nurani gue (dan Nat). Sehabis acara, gue dan Nat langsung beli kaos tanda kita setuju jadi relawan. Itu juga berarti pertanyaan pertanyaan diatas kita yakini sudah terjawab.

Masihlah sangat awal untuk gue dan Nat mengambil manfaat dari yayasan ini. Belum ada kegiatan yang kita ikuti so far. Namun, mudah mudahan niat baik ini dapat tercermin dari kehidupan kita sehari hari. Seperti yang dikatakan Nat, dia sudah lebih bisa merasakan kesulitan kesulitan orang orang kecil dan membantu sedikit sedikit, misalnya ke OB di kantor. Juga kita rasakan bahwa kita menemani orang tua dengan kerelaan yang lebih besar. Yep, itu suatu permulaan yang bagus buat kita.