24 Juni 2009

Memories: Ngadi..? Siapa sih..?

"namanya siapa mas...?" "nama asli..?" "iya.... (sepet :-w )" "Ngadi..."

Itulah sepenggal wawancara seorang teman dengan penjual ketoprak di depan rumahnya. Kejadian tahun 1994, wawancara-nya diperdengarkan di depan kelas 1-4 SMUN 68, Jakarta. Terang aja mengundang gelak tawa dan riuh gemuruh seluruh kelas. Ngga menyangka, pada masanya, nama itu akhirnya kesohor sampai seantero Salemba 18, sebutan markas SMUN 68 atau dikenal sixty-eighters...

Bermula dari terbentuknya Band kelas. Waktu itu ngga jelas, pokoknya semua yang seneng nyanyi, seneng nge-band, seneng hura hura sampai yang senang huru hara, ikut bergabung. Termasuk gue yang sama sekali ngga bisa 'megang' alat musik apapun (kecuali kecrekan, kalau mau disebut alat musik :ympeace: ). Ada sebuah studio band di belakang sekolah, namanya Carven, disitulah pertama kali kita 'latihan'. Waktu pertama gue telepon untuk booking jam latihan (waktu itu cuma 15K per jam :-o ), gue ditanya pertanyaan mudah tapi gue gelagapan: "Nama band lo apa?" :-!

Terinspirasi wawancara di depan kelas tadi, gue langsung menjawab mantap: "Ngadi !" (tanpa awalan: 'nama asli'? = ). Tanpa berembuk dengan anggota yang lain, entah kenapa semua setuju aja, karena menganggap nama ini sangat unik dan kelas 1-4 banget :D Dan entah kenapa, setiap kali mau berganti nama, tetap tidak ada yang sreg, cling, kena, dengan segala daya upaya :-??



Tersebutlah: Verdi Akbar (Aban - pentolan sekaligus gitaris utama); Reza Muryaji (Hensom - penggebuk drum); Sulaiman (Sule - gitar dan vokal); Wishnu Mardika (Wisnu - pembetot bas); Aulia Rachman (Awi - keyboard); Shinta Amelia (Manager yang selalu setia mendampingi kita ngeband); dan gue sendiri sebagai orang yang ngga bisa megang alat musik apapun, terpaksa cuma megang mick alias jadi lead vocal :ymblushing: Pernah juga sekali waktu, Tumpal Gultom (Tumpal - murid pindahan, jago gitar) bergabung dengan Ngadi. Memberi warna permainan gitar yang lebih 'menyayat nyayat'.

Gue masih ingat betapa kacaunya permulaan. Satu studio hiruk pikuk, semua jajal ini jajal itu, karena belum terspesialisasi. Dulu kita ngga punya penggebuk drum, akhirnya pernah gue yang duduk di belakang seperangkat bulatan bulatan kulit sapi/kambing itu :p hasilnya tentu kacau balau. Dan berapa kali kita harus keluar 'uang extra' untuk mengganti stick drum yang patah, akibat ulah si Hensom, sebelum akhirnya dia beli stick drum sendiri dan dia kasih selotip di seluruh permukaan stick ! Maksudnya agar ngga mudah patah :))

Kalau mau di cari, band sekolah mana yang paling berpengalaman, mungkin Ngadi adalah salah satu yang nomor wahid. Itu sangat benar dan tidak dapat disangkal kalau tolok ukur pengalaman adalah pepatah berikut: "jadikanlah kegagalan sebagai pengalaman" = :ymdevil: b-(

Berbagai macam festival pernah kita ikuti, audisinya maksud gue. Dan sampai detik terakhir, tak satu pun yang tembus. Bahkan untuk festival di sekolah sendiri :( tega nian panitia meloloskan band dari sekolah lain tapi Ngadi dibiarkan terpuruk (lirik panitia) X( ~x( Sampai salah satu panitia, yang lumayan dekat dengan gue, dengan ngga enak hati memberi alasan: Ngadi terlalu nge-'grunge', dengan permainan yang provokatif, panitia ngga mau penonton menjadi agresif lalu baku hantam mendengar iringan lagu yang dimainkan Ngadi, masak :-\ Itu mungkin bahasa paling halus untuk: Woi, kita ngga mau penonton sampai ngacir denger Ngadi ! =



Sangat masuk akal :p Lagu lagu yang diusung Ngadi, tak lain lagu lagu 'grunge' yang memang lagi 'in' saat itu. Dengan susunan panitia yang sangat melow, tentu Ngadi sudah dicoret sebelum didengar audisinya -> membela diri :p Lagu lagu Ngadi tak jauh dari Wezzer, Nirvana, Soul Asylum, RadioHead, The Cranberries, Greenday, Offspring dan semacamnya, band Indonesia ada Netral, Gigi, Rif dan Slank; walaupun ada juga Bon Jovinya juga sedikit (sentuhan Shinta :p ).

Di antara band band sekolah lain, Ngadi tetap exist dan konsisten dengan jalur musik yang diusung. Bukan apa apa, mungkin karena tidak mampu mainin musik jenis lain :-$ :p Band lain kayak MTA (Mau Tau Aja), GOKIL, Robot, satu band cewek (lupa namanya - sorry Mercy, Siska, Findri, Elo dan Oni - tidak bermaksud melupakan kalian), bisa dibilang lebih tenar di panggung, sementara Ngadi lebih tenar di studio ;;) :p ya, buktinya, setiap kali nelpon studio Carven booking jam latihan, mas yang ngangkat telp langsung tau, "ngadi ya.."

Seperti hal nya MTA, yang kalau ditanya kepanjangan nama band-nya akan menjawab "idih... mau tauuuu aja..." Ngadi juga punya jawaban sendiri, ketika ditanya nama band-nya apa? Kita jawab dengan pertanyaan ini: "nama asli...?" = :lolboard: :stupid: Kalau inget wawancara itu, rasanya dongkol sekali... YA IYALAH NAMA ASLI, MASAK YA IYA DONG NAMA PANGGUNGGGGG (emang punya…) ???? !!!! :hammer: mungkin begitu jawabnya kalau wawancara itu dilakukan oleh anak SMU hari hari ini :))

4 komentar:

reza muryaji mengatakan...

ngakak terus gue setiap baca blog ini ndi....well done!!

Muslim Sank mengatakan...

hahaha.... sangat menghibur....

.findie mengatakan...

Hahahahahahhaha...latian lagi doong 😂😂😂😂

.findie mengatakan...

Hahahahahahhaha...latian lagi doong 😂😂😂😂