30 Oktober 2009

Restaurant ANGKE, Kelapa Gading

Resto ini layak menyandang predikat resto terbaik (untuk ketegori chinese food - non halal, tentunya). Kalau saja harganya lebih 'bersahabat' sedikiiiittt saja... bisa sering sering ke sini. Tapi apa daya, dompet suka ngga kompromiiiii.... (lha kan ada kartu kredit ?? yee emang KK awal bulan ngga perlu dibayarrr???) :P

Siang itu, bermodal voucher 100ribu dari pemberian seorang temen yg merit di sini hari beberapa waktu yang lalu, nekatlah kita sekeluarga untuk merasakan nikmatnya Chinese Food yang sudah melegenda sejak dia masih ogah buka cabang dan sekarang pun masih betah aja di Ketapang. Kita pilih yg di Gading, karena tempatnya lebih cozy, lebih baru dan soal jarak, dari rumah kurang lebih sama aja ke Gading ataupun ke Ketapang.

Ngomong2 soal baru, pas dia openning tahun 2007 yang lalu, kita dapat undangan makan gratis tis tis... Ngga tanggung tanggung, sekeluarga juga kita datang untuk menikmati... Nikmat banget... enak & gratis dan boleh pesan apapun kecuali teripang/hoisom. Maklumlah, harganya kan mahal sekaliii...

Trus gue masih ingat, kunjungan kedua, kita habis 400san ribu, soalnya pesan ikan kerapu tim yang seekor aja udah hampir 300ribu... suek suek, soalnya menunya tidak mencantumkan harga. Asumsinya orang yang melangkah ke Angke, sudah pasti ngga masalah dengan harga. Salah banget tuh asumsi, lha orang kayak gue mau dikemanain he he he... Waktu itu gue yang traktir lagi... (tambah suek). Tapi keluar dari resto tetap dengan tampang puas dan tanpa penyesalan. --> Penyesalan baru terasa pas tagihan KK datang :(

Sudahlah bernostalgia. Jadi, menu yang kita pesan kemarin adalah: Pek cam ke, mie goreng Hongkong, Udang Mayonaise, Sapi lada hitam, Babi Hong, dan Tomiau cah bawang putih. Buat yang malas baca review ini sampe habis dan pengen tau mana yang paling enak... Ini nih bocorannya: Pek Cam Ke & Babi Hong is definitely a MUST !!! Buat yang rajin baca sampai habis, bisa menikmati gambar penampakan makanan makanan itu sambil membayangkan nikmatnya wekekekkkk :P

Pek Cam Ke

Ini dia jagoannya Resto Angke. Penampakannya aja udah bikin iler tak terbendung. Ayam-nya super empuk dan lembut, rasanya maknyus, manis dengan siraman arak putih, dan ginger-nya yang pedes pedes gurih. Apalagi cocol bawang putih iris dengan kecap asin (+ cabe potong), melayang sampai ke langit ketujuh... (lebay mode on :D )

Mie Goreng HongKong

Sebelumnya minta maaf dulu, gue agak agak pelupa, ini mie goreng HK atau lainnya. Soalnya kan mie goreng HK biasanya pake telor puyuh (CMIIW), dan yg ini ngga. Apapun namanya, mie-nya juara ! Gue suka banget mie goreng yang kayak gini nih... yang minyaknya agak lebay.. bikin makin enak di lidah.. apalagi aroma-nya pas, ya asinnya, manisnya, gurihnya... sempurna !

Udang Goreng mayonaise

Kalau mau ada yang disebut mengecewakan, yang ini bisa dibilang begitu. Walaupun ngga kecewa kecewa amat. Tapi kalau dibanding makanan lainnya yang tak cukup cukupnya gue puji, yang ini termasuk mengecewakan. Apa pasal? Udang. Udang biasanya mantab as it is. Direbus (polos) lalu dicocol ke sambel aja udah nikmatnya selangit, simply because dia adalah udang. Lalu, apa 'dosa'nya si Angke. Dosanya mendasar. Rasa udang di Udang Mayo ini hilang sama sekali. Entah memang udangnya ngga segar atau mayo-nya terlalu strong atau memang dia pilih udah yg kurang segar untuk mayo, intinya rasa udangnya hilang yg terasa hanya mayo-nya. What a pitty...

Sapi Lada Hitam

The best in Town !! Setingkat lebih enak dari Nan Xiang. No Kidding. Lembut dagingnya, dibalur sama saos lada hitam yang pas, ngga terlalu 'lada' banget. Walaupun sebagai orang Bangka, gue ngga terlalu mind dengan rasa lada yang strong, tapi yang ini pas banget. Itu timun dan tomat yang rapi berbaris bisa buat lalapan yang enak juga. Semua ludes oleh gue dan Papa :P

Babi Hong

Ini adalah menu wajib di resto Angke (ataupun resto chinese food sejenis macam Ahwa, ya iyalah, mau pesen Babi Hong di mana lagi kalo bukan resto chinese food :P ). Untuk penggemar lemak (samcan) maupun non lemak, semua kebagian. Ada bagian yang samcan banget, ada pula yang sama sekali ngga berlemak, tanpa harus repot misah misahin. semua ada dalam satu tumpukan (yg mirip pasukan Romawi ketemu orang Galia) itu. Sebagai orang yg anti samcan, gue hanya bisa mereview bagian non samcan... lembut dan bumbunya meresap banget... jadi ingat masa kecil habis sembahyang arwah menjelang imlek, pasti makan babi hong buatan Mama sampai 3 hari dan ngga ada bosen bosennya. Bagian yang samcan, menurut Papa dan Natz, wuenak... wuenak bangettt... Pokonya dosa kalo ngga mesen yang satu ini :)

Tomiaw cah polos

Last and least... sayuran. Walaupun menurut gue ini bisa diskip aja dalam review, tapi Papa dan Mama mengacungkan 2 jempol buat masakan sayur ini. Gue sih merasa agak kurang rasa, tapi Papa Mama memang terbiasa mengurangi garam, so wajar aja mereka bilang enak.

Saatnya bayar

Jreng jreng jreng jreng....!!!! saatnya bayar :P Ternyata voucher 100ribu yang gue ceritakan di depan, sebagai modal keberanian kita makan disini, ternyata ngefeknya dikit banget. Total tagihan hampir 600ribu, sehingga masih harus merogoh kocek hampir 500ribu. Untung Khioko yang bayar (sambil ngedumel walaupun awalnya sempat memuji, enak, mewah).

Ya, mahal ngga mahal sih ya, mengingat rasanya... ohya, pesanan kita small semua. Tapi ternyata untuk uk. small/medium/large dia ngga standar. Ada small/medium/large untuk 2 orang/4orang/6 orang dan lain sebagainya, jadi bukan ukuran yg fixed.

In overall, setiap kali abis makan disini, selain issue harga, kita semua puas. Datang lagi...? Pastinya !!!

28 Oktober 2009

Twitter versus Facebook

Siapa yang masih pake Friendster (FS) hari gini...? Kalo memang ada pasti dapat 'cercaan' begini: "... hare gene... pake FS??? sungguh ketinggalan" Mungkin tu orang saking gak gaul-nya tapi karena masih menganggap diri gaul, masih getol aja ngupdate FS walaupun disitu udah suwepinya kayak kuburan :) Sepertinya, dalam semalam, semua orang 'bermigrasi' ke Facebook (FB) dan akun di FS dibiarkan terlantar tak terurus. Semua berkat BB dan gadget lainnya (HP) yang begitu FB-friendly.

Nah, kemudian datang lah Twitter. Bagi banyak orang yang baru 'twitter-ngeh' a.k.a 'sadar twitter', mulai memprediksi kalau FB akan bernasib sama dengan FS dengan dtgnya si burung Twitty ini. Alasannya jelas... Twitter jauh lebih BB (and mobile-phone pada umumnya) -friendly daripada FB. Tapi ketahuilah bahwa FB dan Twitter bukanlah mahluk kembar atau identik. Secara konsep aja udah jauuuuhhhhh berbeda. Maka itu masing masing punya segmen berbeda. Dari sinilah keduanya akan jalan beriringan dan tidak saling 'memakan'.

Ini pendapat pribadi gue aja sih. Segalanya bisa berubah, sapa tau nanti Twitter ngeluarin feature - feature yang ngga terpikirkan sebelumnya. Bisa aja.

Jadi, apa sih konsep yang jauuuuhhhh berbeda itu? Hanya 1: konsep follower & following.

Kalau di FB, once elo terjalin 'pertemanan' dengan seseorang, otomatis elo sebagai follower akun dia dan dia following akun elo. Jadi, kalau dalam 1 hari 'temen' elo itu update status 100x (which for me -dalam 1 halaman muncul beberapa kali aja- is really annoying) maka seratus seratusnya akan muncul di halaman FB elo. Ini cocok banget buat orang yg super narsis. Artinya dia 'memaksa' teman temannya untuk 'membaca' hidupnya. Dengan meningkatnya populasi orang narsis, konsep ini dengan mudah diterima dan diagungkan oleh semua orang (terutama Indonesia - yg tahun ini FB user-nya growth paling pesat sedunia).

Ini juga yang berandil besar 'membunuh' FS, secara FS ngga 'memaksa' orang untuk membaca, melihat, dan mengomentari kehidupan orang lain. Di FS, kalo pengen tau si A apa kabar, maka kita harus berkunjung ke rumahnya, lalu meninggalkan beberapa komen kalau kita berkesan. Di FB, lain, Si A sah sah aja mendobrak pintu si B sampai si Z, lalu dengan santainya bilang gini: "...lagi bete...". Dari B sampai Z, mungkin cuman C,D,F yang peduli, tapi semua 'dipaksa' melihat 'drama' kehidupan si A, peduli atau ngga peduli. But logicaly, kalau kita bener temen-nya si A, masak sih kita ngga peduli kalo dia lagi 'bete', 'macet', 'laper', 'lembur' dan hal hal ngga penting lainnya?

Lain hal-nya dengan Twitter. Ia menawarkan pilihan follower & following. Dia tidak menganut konsep 'friend'. Disini tidak ada temen temenan. Si A following si B (hanya upon approval si B), bukan berarti si B otomatis following si A. Si B harus request approval si A juga. Inilah yang gue bilang konsep yang jauuuhhh berbeda atau bahasa mandarinnya totally different.

Artinya kalau Si A ada 100 update sehari, tapi kalau dia hanya follower gue tanpa gue following dia, dijamin seratus seratusnya ngga akan muncul di tampilan twitter gue. Sebaliknya, hanya dengan 1 update, dalam posisi dia sbg follower, dijamin status gue itu akan mendarat dengan sempurna di Twitternya dia.

2 konsep berbeda ini yang membuat mereka tidak akan saling 'memakan' karena segmennya berbeda. FB untuk orang narsis yang berusaha exist (tiap halaman FB orang lain harus ada update-nya dia - apa ngga berusaha exist tuh...), sedangkan Twitter untuk orang narsis juga, bedanya orang narsis yang memang sudah exist. Artinya orang dengan rela mengikuti hidupnya, tanpa dia harus balik mengikuti pengikutnya.

Melihat dari konsep di atas, gue (sebagai narsis yg masih berusaha exist) cocoknya pake FB. Tapi gue juga punya akun Twitter dan cukup aktif juga. Dan yg spt gue ini ngga sedikit. Bahkan 1 orang bisa exist di FS, FB, Twitter, Yuwie dll nya. Sah sah aja. Tapi menurut gue itu hanya trend sesaat aja. Atau ada satu dua teman yang ada di Twitter tapi ngga ada di FB, bisa aja (dlm case gue begitu).

Memang, di FB ada pilihan block update dari teman tertentu kalau kita emang ngga mau, dan bisa juga grouping agar ngga setiap update kita dibaca orang di luar group. Tapi di muka bumi ini, berapa orang sih yang meng-aktifkan atau even care sama feature tsb? Apalagi, atas nama narsisme, sebanyak mungkin orang diharapkan 'membaca' update kita.

Tulisan ini bukan untuk mencaci FB dan memuji Twitter. Gue sendiri pengguna FB dan cukup (berusaha) exist :P Ini hanya memberi gambaran aja bedanya ke dua situs jejaring sosial ini. Karena masih aja ada yang bingung sama mahluk Twitter ini. Supaya ngga ketinggalan trend, pada sign-up, kemudian bingung musti ngapain. Akhir-nya 'mencaci maki' Twitter bahwa Twitter ngga asik, lebih asik FB. Nah disinilah gue bilang FB ngga akan kemakan Twitter. karena yang mencaci pasti yg masih berusaha exist :P

Kesimpulannya: unless elo seorang artis atau orang penting (yang dikenal khalayak ramai tapi elo ngga kenal mereka), Twitter ngga ada bedanya dengan FB, dengan beberapa kekurangan: text only, no pic, no video, no suggest friends and no mafia wars. So, pilih mana?

PS. CMIIW, Twitter lebih dulu ada kan daripada FB?

27 Oktober 2009

Ah Mei Cafe, Mal Puri Indah

Cafe ini rekomendasi Cece, jauh jauh lagi jalan jalan di Vietnam, dia SMS gini: "bot, lu lagi di Puri ya, musti cobain Ah Mei". Pas liat tempatnya, wah ini mah cafe (memang nama lengkapnya Ah Mei Cafe), makanannya juga ala Melayu Singapore, hari itu kita ngga jadi makan di situ, tapi ngeluyur ke Samudra Suki di lantai 2 (postingan sebelumnya).

Nah, pas ada kesempatan ke Puri lagi, kata kata "musti cobain Ah Mei" dari SMS Cece terngiang ngiang lagi. Kebetulan masih sama Papa & Mama, okelah, gue, Natz & Kelly & James (ponakan - 5 tahun), pikir pikir sambil nyantai karena tempatnya keliatan cozy banget.



Lay-outnya memang ala cafe. Dan memang orang orang yang ke sana bukan sekedar untuk makan. Kalau di Samudra Suki kan lo ke situ ya makan. Kalau disini, lo bisa makan sambil presentasi paket asuransi ke calon nasabah, misalnya. Dan memang beberapa orang tampak membawa laptop dan indeed mempresentasikan sesuatu.

Kita mengambil tempat duduk di dalam (ada meja di luar dan di dalam - di luar takut kena asap knalpot dari mobil yg lalu lalang), mejanya agak pojokan biar lega karena ada anak bayi dan anak bandel umur 5 tahun yg ngga bisa diam barang 5 detik. Sistemnya bukan kita duduk trus dicatat pesanannya, tapi kita yang ke kasir, pilih menu, dan langsung bayar di muka. Pesanannya, kalau dikit dan cepet, langsung dikasih, kalau lama, diantar.

Menunya ngga jauh jauh seputaran Singapore (pengaruh Melayu, India dan China), kayak Nasi Hainam, kwetiaw, karee, laksa, nasi briyani dan martabak india. Pesanan kita siang itu: Nasi Ayam Hainam, Hokian Mie, Laksa, Nasi Briyani Mutton dan Bo Bo Cha Cha. Yang paling enak, ternyata Bo Bo Cha Cha... Apa itu Bo Bo Cha Cha..? Kita bahas satu satu ya :)

Nasi Ayam Hainam


Nasi hainam dengan potongan ayam pek cam khe dan telor rebus separoh. Disajikan dengan kuah ayam semangkok kecil, cabe, kecap dan irisan bawang putih minyak. Harga 30 ribu jadi terasa kemahalan begitu mencicip rasanya yang bisa banget. Terlalu plain. Mungkin cocok buat orangtua yg ngga doyan strong taste. Tapi Papa Mama juga sependapat - ngga enak -

Hokian Mie


Sama. Rasanya plain dan tidak ada nikmat nikmatnya. 27.5K tetep terasa mahal. Di gambar terlihat seperti mie kering (goreng), tapi pas datang kok kuah-nya berlebihan. Menurut kita semua ngga enak, kecuali James. Mungkin cocoknya sama selera orang Medan kali ya. Ponakan gue yang turunan Medan ini lah yang akhirnya menghabiskan seluruh hokian mie. Namanya cocok: Hokian mie :)

Laksa,


Yang ini agak nolong, rasanya cukup strong (soalnya pake terasi). Isinya mie, ayam suir suir dan telor rebus separoh. Kuahnya kental dan beraroma terasi :) Harga 25K.

Nasi Briyani Mutton


Yang ini layak banget di-mark: Not recommended !!! Nasi kecap dengan kismis dan semangkok daging kambing dalam kuah kari yang cukup kental. Penampakannya luar biasa nikmat. Apalagi buat penggemar nasi briyani / nasi kebuli (gue salah satunya). Tapi yang ini, membuat gue ragu ragu untuk memesan nasi briyani/kebuli di resto yang belum pernah gue icip :( Rasanya jauh dari expectasi, entah karena dagingnya ngga segar, nasinya ngga segar, atau kuahnya kelamaan apa gimana. Pokoknya ngga enak (banget). Harga mahal pulak 32.5K.

Bo Bo Cha Cha


Satu satu-nya yang mending dan bisalah dibilang enak, adalah ini: Bo Bo Cha Cha. Ngga tau kenapa dinamakan begitu. Padahal isinya cuma pisang, ubi merah, talas dan sagu (bulet bulet). Rasa manisnya pas, pake santan juga. Harganya 17.5K.

Yang surprisingly unacceptable adalah ini: teh-nya (hot maupun ice) di-bandrol 10K segelas!!

Kesimpulannya: totally ngga setuju sama Cece. In terms of the foods, totally ngga setuju, walaupun kita belum nyoba semua, gue ngga yakin menu yang lainnya 'nolong'. Tapi in terms of cozy place, bersantai sambil menikmati Bo Bo Cha Cha, bolehlah... :)

PS. Fotonya agak ngga menunjang ya :( Lagi nyoba kamera 2MP-nya Samsung Valencia :p

22 Oktober 2009

SAMUDRA SUKI, Mal Puri Indah

Image

Papa & Mama Aj di Jakarta !!! Sekarang sih udah pulang, yang sisa adalah cerita makan makan enak :p Almost every week-end dan di resto yang enak enak pula :-bd Salah satunya di Samudera Suki, Mall Puri Indah, ngambil paket buffet (all u can eat).

Mantap. Hari itu hari Jumat, dan masih libur Lebaran. Walaupun libur, harganya mengikuti harga week-days yaitu 90k nett per person ! Kalo week-end di-charge 110k nett per person. Tadinya ragu antara mau paket buffet atau ala carte + dimsum... karena pengen dimsumnya juga, dan dimsum tidak termasuk buffet. Tapi siang itu semua dalam keadaan lapar = dan ngences liat meja meja lain yang 'berpanas panas' nikmat. Akhirnya Papa Mama Aj & Natz tak kuasa menolak kompor steamboat diletakkan di tengah meja.

Image

Ada kira kira 50 pilihan menu all u can eat (yang di-masak), belum termasuk menu tambahan yang bisa di-order/diambil di meja depan, ada kue kue khas Thai, ada es campur yang bisa kita racik sendiri, ada es duren (ketan dengan siraman kuah durian - mantap pollll :inlove: ), ada kembang tahu, kwetiau sapi thai, mie siram siam, nasi hainam, dan salad udang. Semuanya kita coba sambil menunggu pesanan yang dimasak.

Image

Untuk jenis 'makanan berat' yang bisa diambil di meja depan (kwetiaw thai, mie siram siam, nasi hainam dan salad udang) cuma Kwetiaw Thai yang worthed, yang lain spoilage. Apalagi nasi hainam-nya, udah ayamnya dingin, nasinya juga kurang berasa.

Kalau kue kuenya semua enak. Es campur juga enak, manisnya pas, apalagi kalau ditaburi jagung rebus, wah tambah manis rasanya. Es ketan duren bikin lidah blingsatan, tapi sayang-nya jenis makanan ini cepet nge-nyangin... Untung semua siap ngga mau rugi hahahah :ymblushing: :D

Image

Untuk menu yang masak di steamboat, untuk "round one" ini, kita serahkan pilihannya pada si pramusaji. Dia yang pilihin, tapi kalau ada yang kita ngga suka, ngga usah minta dia masakin. Seinget gue aja ya, kayaknya ada: tahu jepang, daging sapi iris, udang, gulung sapi enoki, baso ikan, baso sapi, jamur payung (kulat), ubur ubur, goreng-gorengan (kayak pangsit, lumpia dan tahu isi ikan) dan sayur mayur segala rupa. Semua, kecuali sayur, kita minta dicemplungin, sayur cuma sawi aja, biar manis.

Image

Dari semua itu yang paling mantap adalah gulung sapi enoki, ubur ubur dan udang. Udangnya gede gede banget, dan manis gurih luar biasa. Ubur uburnya juga TOP, kenyel kenyel maknyus gitu deh... Gulung sapi enoki adalah daging sapi yang diproses (kayak ham) digulung, tengahnya kasih jamur enoki. Mantap tenan ! :-bd

Maka ketiga menu itu kita ulang lagi di "round two"... Ngga mau rugi kita juga pesen Kepiting, ikan pipih (di Bangka disebutnya sate ikan), soun cina, akar teratai, jamur enoki, jamur kuping dan telur pitan. Ternyata Kepiting dan Jamur Enoki cuma boleh pesan 1 kali, makanya, walaupun ngga terlalu antusias sama jamur enoki, tetep dipesan, karena cuma boleh pesan sekali berarti harganya mahal --> ngga mau rugi mode on :D :p :ymblushing: ;;)

Image

Soal kepiting, ternyata ini kepiting hitam (lo hai chik - pronaunsation orang Bangka). Kata Papa sih mahal. Kepitingnya sih kecil, tapi cangkangnya tipis dan kulitnya penuh alias tebal. Rasanya gurih dan manis. 4 orang hanya dikasih 2 ekor, 1 ekor untuk 2 orang. Pas dicoba, memang nikmatnya luar biasa. Ini kepiting (rebus) yang belum ada tandingannya makan di mana pun, 4 jempol Up :-bd :-bd

Image

Ohya, perihal udangnya juga mantap surantap deh. Memang harus diakui kualitas Samudera ngga sembarangan. Kalau ngga ingat kolesterol bisa pesen 2 piring lagi :p

Kalau Sapi gulung enoki penampakannya seperti ini. Yang jeli kuning kuning itu ubur ubur. Dua duanya maknyus mantap surantap. Ohya, yang bikin + enak itu cocolannya. Berupa saos coklat atasnya taburin wijen, enak banget, bumbunya pas, menambah nikmat tiap suapan ke mulut :-bd

Image

Menjelang bubaran, masih sempet icip icip lagi kue kue kecilnya. Ada singkong thai yang enaknya luar biasa, meleleh leleh gitu pinggirnya (kumpuk bahasanya orang Bangka). Enak banget. Gue sempet ambilin kembang tahu kedoyanan Natz. Natz bilang enak banget, Mama pergi ambil semangkok lagi, tapi katanya ngga enak hahahah, bandingannya kembang tahu orang Bangka sih, beda...

Image

Ohya, Samudera Suki Puri ini belum lama adanya. Mungkin baru 3 atau 4 bulan. Dan buruan deh ke sana, soalnya lagi ada promo 30% pake Panin atau BRI. Untung Natz punya Panin, 30% deh saving hehehe. Next time mau coba menu dimsum-nya ah... Pasti ngga kalah seru-nya... :-bd :-bd

Image

16 Oktober 2009

11 months, our angel

Isn't she lovely..? Now she'd grow bigger, stronger, smarter, and understand more & more things/words we said everyday...


Kata "tepuk tangan", akan segera diresponse dengan bertepuk tangan... kadang kalau lagi pegang barang, barang itu ditarok/dibuang dulu, baru tepuk tangan.. Selain "tepuk tangan" juga bisa juga ngerti: "gajah", "nyamuk", "semut", "cicak", "kucing", "dogi" yang direspon dengan menunjuk gambar atau wilayah tertentu yg biasa ada binatang2 tersebut. Menyusul kata "lampu" yg sudah diketahui sebelumnya. Anggota keluarga-pun Kelly udah ngerti "Papa", "Mama", "Ema", "Engkong", "Koko Vigo", "Sus" yang ditandai dengan menunjuk atau sekadar memandang kalau ditanya, misalnya: "Mama mana..?".


Khusus gajah, selain menunjuk2 gambar gajah yang ada di baju (baju gue-baju Thailand), Kelly dengan fasih bisa menyebut kata tersebut, dengan 'a' yang agak panjang: "Gaaaa jaaahhh" dengan jah yang agak pelan biasanya. Selain gajah, kata kata spt "pergi" dan "apa" juga sangat fasih dia ucapkan. Begitu pun dengan kata kata Papa & Mama, namun, walaupun sangat fasih pengucapannya, kliatannya hanya bunyi bunyi yang ngga ada artinya buat dia, soalnya sukanya begini: "papa...." trus diikuti dengan "papapapapapa", begitu juga dengan "mama"




Tepuk Kaki
Yang lucu adalah "tepuk kaki"... Suatu ketika pernah disuruh tepuk kaki, dari posisi duduk, Kelly bisa ambil posisi tiduran dulu, lalu kakinya dianggkat, dipegang dengan 2 tangan, untuk kemudian tepuk kaki.
Demikian halnya dengan permainan permainan sederhana lainnya, kayak petak umpet.. well not actually petak umpet sih, seneng aja si Kelly 'ngintip' dari balik tembok atau pintu trus ada orang.. kadang dia 'ajak main' dengan histeris, seperti orang takut dikejer, padahal ngga dikejer...

Paling seneng main di box, sejak bisa tegak (belum disebut berdiri, sebab masih pegangan). Bisa tunjuk2 box terus minta dimasukin ke sana. Seperti dunianya sendiri: merayapi sisi sisi box dengan pegangan, ngambil apa aja yang bisa diraih di ujung box tempat kita tarok semua perlengkapan dia (minyak telon, baby oil dll). Paling hobi meraih buku (ada buku untuk nulis minum susu & makan Kelly kita tarok disitu) lalu pura pura baca atau menulis. Kalau yang keraih adalah sikat gigi (iseng amat tarok sikat gigi disitu? - part of 'mainan' Kelly), dia bisa minta digendong ke arah poster bugs bunny. Mau ngapain..? Giginya mau disikat... Bugs Bunny kan yang paling mentereng giginya :) Itu salah satu ajaran Papanya :P


Kalau cilukba pake tangan nutupin muka (biasanya cilukba pake bantal) dan kiss bye, baru baru ini aja bisanya. Menyusul gerakan 'dadah' yang udah lama bisanya.

Plontos (lagi)


Yang terbaru adalah kisah pem-plontosan si Kelly :) Ketika di posting di FB, cukup banyak yang menyayangkan... "kok di-plontos lagi..?" Dan ini untuk yang ketiga kalinya... 2 bulan, 5 bulan dan kini, 10 bulan :) Mukanya makin bandel, makin cowok bangeeetttt...


Melihat Binatang
Selain menempel gambar gambar karakter lucu dan binatang di dinding rumah (yang sangat disukai Kelly), Kelly sering kita bawa keluar untuk 'menengok' binatang binatang di sekitaran rumah... Kucing, Anjing, Kambing, burung dan ayam... Kalau liat binatang binatang itu, Kelly exited-nya bukan main...
Tangannya pasti nunjuk nunjuk, badannya gerak gerak pengen maju deketin tuh ayam/kambing/kucing/anjing... ngga ada takutnya... mulutnya komat kamit kegirangan :)

Mengharukan
Papa Mama Aj kebetulan main ke Jakarta (as usual, 2-3 bulan pasti datang, apalagi libur Lebaran kemaren). Dulu, yang namanya ketemu Kungkungnya (Papa Aj), Kelly langsung bergetar bibirnya dan "whoaaaaaa....!!!!" menangis sejadi jadinya. Nah, itulah yang diantisipasi si Kungkung kali ini. Awalnya memang begitu, 1-2 hari pertama, waduh, kalo liat kungkungnya langsung Kelly 'kabur' ke pelukan Papanya cari perlindungan.

Baru setelah gue dan Papa sengaja memperagakan keakraban, salaman, dirangkul, sambil ngasih tau: "Kelly, ini Papanya Papa, sama kayak Kelly kan punya Papa, nah Papa juga punya Papa". Besoknya langsung nempel... Kalo Kungkung (dan Phopho)-nya datang seneng bukan main. Langsung diajak main tos dan shake hand. Minta gendong. Tapi yang paling utama sih, minta diajak jalan jalan, sambil berucap: "pe(r)gi..." nunjuk nunjuk keluar rumah :P

Setelah itu semuanya jadi lebih mudah :) Kalau jalan, at least ada 3 orang yang bisa estafet menggendong Kelly, selain Papa Mamanya :) Papa sampai berucap begini: "Siapa yang mengira, mimpi pun ngga termimpikan, bisa bisanya cucu yang biasanya takut, sekarang bisa ajak main, mintang digendong..." dengan kesenangan yang tiada tara... :) Makin sayang sama cucu satu ini.


Bertambahnya Gigi gigi mungil


Dari 2 gigi bobo diatas, dan 2 gigi mungil di bawah, sekarang bertambah 6 gigi, jadi total 10 gigi, tapi masih mungil mungil, dan nambahnya 3 diatas (kanan 2, kiri 1), bawah 3 (kebalikannya kiri 2, kanan 1). Mungkin segera menyusul jadi total bisa langsung 12 gigi, kalau tumbuhnya udah sempurna.

Tanda lahirnya masih belum hilang, malah somehow malah keliatan makin jelas ya? Masih sering dijemur tiap pagi, kalau mandi/tidur perlu ada sesuatu yang dipegang. Lebih lebih tidur, waduh kalau malam kemaren udah pegang sikat gigi, malam ini maunya yang lain, pokoknya tiap malam beda beda, sampai kita siapin: CD, batere, botol minyak telon, sampai pompa pelampung sebagai variasi sehari hari :( Dan kalau udah nyerah, baru kita bawa dia putar putar naik mobil dan... cep... tidur deh dengan pulasnya..

Kelly kini terlihat gede, tingginya udah 74 cm lebih (lahir 49cm udah nambah 50%), beratnya 11 kg (lahir 3 kg - itung aja sendiri naiknya berapa kilo :P). Makin besar, makin pintar, makin pemarah, kalau ngga diturutin, nyaho deh nangisnya sambil teriak kadang pukul pukul mukanya sendiri. Ohya, hobi barunya sekarang dituntun jalan di lantai, dan pasti jalan nya menuju tangga, trus dengan langkah raksasanya mau naik tangga... makin lucu, makin nggemesin...

Yang sangat disayangkan adalah, bulan depan, pas umur 1 tahun, tepat tanggal 16 itu Papa ngga bisa berada di samping Kelly. Ada tugas kantor ke negara yang jauhnya 6 jam naik pesawat :(