30 Juni 2008

KUNG FU PANDA, kartun yang mengocok perut (orang dewasa)


“Legend tells of a legendary warrior whose kung fu skills were the stuff of legend. It is said that his enemies would go blind from over-exposure to pure awesomeness!”
“There is no charge for awesomeness... or attractiveness”


Studio 8 Blitz Megaplex Grand Indonesia malam itu memang penuh dengan anak anak kecil dan orang tua yang mendampingi mereka. Riuh sekali. Hanya ada beberapa orang dewasa yang pulang kantor lalu mampir menonton. Sama seperti gue dan Natz dan 2 orang teman, David dan Chipie yg juga suami istri. Walaupun begitu, Kung Fu Panda benar benar bukan hanya tontonan anak anak.

Lucu, memang. Sangat lucu, bahkan. Seisi bioskop terpingkal pingkal dari permulaan bahkan sampai melangkah kaki keluar studio. Namun dibalik semua kelucuan itu, inilah sentuhan keajaiban Hollywood yang dihadirkan lewat Dreamworks Animation. Sejak film animasi 3-D pertama Toy Story diluncurkan di era 90an, perkembangannya sudah sedemikian pesat. Film ini adalah bukti kemajuan teknologi 3-D. Walaupun digambar dengan sedikit ‘ngawur’ setiap detil sangat terperinci, gemericik air, semilir angin, kobaran api, bunga yang beterbangan, awan awan dengan gunung gunung khas daratan China dihadirkan sangat nyata. Pertarungan yang seru, ganas dan cepat dengan setiap gerakan yang dibuat dengan sangat detail, menjadikannya tidak kalah serunya dengan menonton aksi Jacky Cen atau Jet Li.

Ceritanya mengambil setting China di masa jaya jaya-nya Kung Fu. Namun, ngga usah mencari tokoh dengan mata yang sipit atau rambut kuncir belakang karena ngga ada satu tokoh pun yg begitu. Setting China hanya ditampilkan oleh kuil kuil berarsitektur China, penjual mie, dan nama tokoh tokoh nya yang berbau Chinese, itu pun tidak semuanya.

Ceritanya pun terbilang sederhana dan sangat bisa ditebak. Tentang pencarian seorang pendekar Kung Fu sejati, yang ternyata hanyalah ‘mahluk’ biasa namun hanya dia yang mampu mengalahkah kejahatan seorang bekas murid yang sangat handal, lalu berubah sombong dan berbalik menjadi jahat. Yang ngga bisa ditebak adalah kelucuannya, bahkan ketika sudah siap untuk tertawa, ternyata tawa yang keluar sedikit lebih keras dan lebih panjang.

Tersebutlah Poh, Panda dengan bobot 260 pound yang memimpikan menjadi pendekar Kung Fu. Ia hafal semua pendekar Kung Fu, senjata senjata Kung Fu, jurus jurus, dan bahkan sejarah pertarungan Kung Fu. Namun, ia tidak mungkin jadi pendekar Kung Fu, kenapa? Karena ia Panda dengan berat lebih dari 200 pound.

Suatu hari, datanglah Oogway, maha guru Kung Fu ke kuil The Jade Palace tempat muridnya, Shifu yang seorang kepala kuil, memberitakan datangnya suatu bencana besar bagi The Valley of Peace, sebutan desa tempat tinggal Poh. Tai Lung, bekas murid Shifu yang berubah jahat bakal lepas dari penjara dan menyerang ketenangan desa tersebut. Bencana itu menjadi benar karena Tai Lung justru lolos dari penjara berkat bulu yang tak sengaja lepas dari Zeng, utusan Master Shifu yang diutus ke penjara Chor Ghom Prison supaya keamanan penjara ditingkatkan. Disini diperlihatkan kemampuan Tai Lung melawan 1000 penjaga di penjara yang berisi hanya 1 tawanan, dirinya sendiri.

Hanya ada 1 pendekar yang bisa mengalahkan Tai Lung, yaitu Pendekar Naga “The Dragon Warrior”. Mitosnya, ia datang dari langit bersama bola api. Begitulah Master Oogway menunjuk Poh sebagai Pendekar Naga. Bukan kelima murid Master Shifu yang sudah terlatih dan sangat handal, dikenal sebagai The Furious Five: Tigress, Crane, Viper, Monkey dan Mantis. Pada hari penunjukan Pendekar Naga, Poh muncul dengan kembang api sebab ia ingin masuk untuk menonton turnamen, padahal pintu sudah tertutup.

Ada satu scene yang paling lucu dari semua dan diakhiri dengan indah. Tentang Master Shifu mengetes calon muridnya Poh, untuk makan bakpao. Setelah mengocok perut penonton sekitar 5 menit, akhirnya Poh mendapat bagiannya. Lalu mengembalikannya kepada sang Guru dan berkata, “I’m not hungry….. Master…” sambil nunduk memberi hormat.

Akhir cerita, walaupun tidak terlatih dengan baik, kebaikan menang, The Valley of Peace terselamatkan berkat sedikit bantuan dari Papa-nya Poh yang seekor bebek penjual bakmi, “…the secret of the secret ingredients is … there are no secret ingredients…” Iya, Papa-nya Poh adalah seekor bebek dan pembuat cerita tidak berniat memberitahu kenapa bisa begitu. Ia juga dibiarkan tak punya ibu.

Cerita yang mengocok perut ini diisi suaranya oleh seabrek bintang ternama. Yang mengherankan, nama nama ini tidak dimunculkan dalam trailer ataupun iklan film ini di manapun, kecuali di situs resmi mereka di www.kungfupanda.com. Hanya memunculkan satu nama diatas judul Kung Fu Panda, yaitu Jack Black. Jack Black sendiri bukan pemain film kacangan. Ia ikut berperan dalam film film besar seperti KingKong dan Enemy of the State. Film Kung Fu Panda sendiri bukan film pertama yang ia isi suaranya, ia juga pengisi suara dalam film animasi The Simpsons, Shrak Tale, dan Ice Age. Ia juga pernah memerankan Spiderman, bersama Sarah Michelle Gellar (si Buffy), ketika sama sama membawakan acara MTV Movie Award. Sorry, maksud gue parodi Spiderman.

Deretan artis ternama lainnya adalah Dustin Hoffman (Master Shifu), Angelina Jolie (Tigress), Lucy Liu (Viper) dan Jacky Cen (Monkey).

Kalau pembuat film berniat memberi surprise, ia cukup berhasil, bukan dari jalan cerita yang sudah ketahuan, namun dari hal hal lucu yang mengejutkan. Jadi, film ini bukan hanya untuk anak anak, namun, orang dewasa seperti gue dan Natz pun sangat menyukainya. Selain, Finding Nemo, Madagascar, The Lion King dan Toy Story, ini akan menjadi salah satu DVD yang kita beli untuk ditonton anak kita kelak :_)

3 komentar:

Jiewa mengatakan...

Can'y agree more with u... the best movie in 2008, so far :)

Suki Chai mengatakan...

Ko Aj, gw juga sukaaa banget sama Kungfu Panda. Sangat menghibur ^_^

Aj & Natz mengatakan...

Berarti selera kita samaaaa... Kan ada tuh orang (dewasa) yang (sok jaim) ngga mau nonton kartun...