02 Mei 2009

the Buffet: Ngga lagi lagi deh ...

the Buffet: makan (ngga) enak, (ngga) sepuasnya !
the Buffet: what a mess !
the Buffet: diskon 50% ? masih rugi lah ya...
dan terakhir,
the Buffet: ngga dapet apa apa, selain perut penuh (tanpa kepuasan sedikit-pun)

... adalah beberapa opsi judul yang muncul di benak gue pas berada di the Buffet Citraland siang tadi. Gimana ngga, makan kali ini full of dissapointment. Sumpah deh, ngga lagi lagi kemari...

Image

Adalah pembukanya yang amat menggiurkan. Terpampang besar sekali tulisan Rp 69,900 ++ dengan 'steamboat' lebih dari 80 menu baru. Belum lagi menu masakan jadi yang juga cukup banyak. Ditambah lagi terpajang flayer-nya KK Standchart, Mega dan RBS yang sama sama memberikan diskon 50%. Tak heran antrian untuk di list dalam waiting list-pun memanjang.

Dari awal inilah kekecewaan demi kekecewaan memuncak... Langsung dikatakan oleh 'penerima' waiting list di depan, bahwa, maksimal waktu untuk menikmati menu AYCE (All You Can Eat) ini adalah 2 jam, sejak customer tercatat dalam sistem di kasir. OK, fine, mungkin 2 jam adalah waktu yang reasonable untuk makan 'sepuasnya' (disini mulai agak janggal nih, makan buffet a.k.a. AYCE a.k.a. sepuasnya, tapi ada batasan waktu :-?? - mulai melenceng dari 'nama' nya nih [-( ).

Duduklah kita, berenam + 1 anak di bawah 3 tahun + 1 bayi + 1 suster (3 yang terakhir ini tidak bayar). Kita minta pisah meja, karena ada bayi dan anak kecil. Dibolehkan. Tapi ada 1 hal yang sangat janggal, hanya kompor steamboat 1 meja yang dinyalakan. Yang satu lagi, sampai bubaran pun masih merupakan pajangan belaka :-q Masih bisa menahan emosi, karena steamboatnya bisa sharing 2 meja, masih termaafkan.

Image

30 menit mencari piring, 30 menit berikutnya untuk mendapat makanan

Mulailah, kita 'berpetualang' makanan. Kejanggalan berikutnya terjadi. Mana perginya piring piring itu, dan mangkok mangkok itu? Apa makan pake daun pisang atau tadah pake tangan? X( emosi mulai kena sentil, mau keluar tapi masih malu malu. Akhirnya setelah 30 menit perjuangan, dapatlah satu piring gede. Wah, gue kira 'problem solved'. Next should be very easy... no more 'perjuangan' atau 'kejanggalan'.

Salah besar !! ~x( Ternyata > 80 menu baru steamboat is full of bullshit (the Buffet = the Bullshit ? :p ). Gue heran, siapa sih yang menghitung menu? Ngga lulus TK ya? gue hitung ngga lebih dari 20 menu steamboat, itupun hanya udang dan ikan (yang utama), sisanya telor, tahu, bakso, jamur dan sayuran :-w
Tebak apa yang gue ambil? Tak satupun... gue nebeng meja sebelah aja deh, lagipula kompor gue kecil harapan ada yang 'care' untuk nyalain :(

Image

Oke lah, gue beralih ke menu masakan jadi, berharap disana lebih baik... oh ternyata tuwew wew wew ... !! Hanya ada sajian sajian kosong (tadinya ada) kakap asam manis, sapi lada hitam, dan entah apa lagi yang cuma terlihat sisa kuahnya, lemon-nya (mungkin ayam lemon), dan remah remah tepungnya... Mungkinkah maksudnya...
"kaciannnn deh lo... lo bayangin aja tuh makanan kayak apa rasanya..." b-(
Gue mulai nik pitam @-) <-- kayak Dr. Bruce Banner mau berubah jadi HULK ... Untunglah, mas koki datang membawa sepiring bebek panggang. Dan dengan malasnya dia membagi bagi ke piring piring yang 'menyodor' (kayak anak burung kelaparan), dibagikannya sepiring banyak banyak, agar cepat habis dan dia tak perlu tuang ke nampan sajian. Duh... Akhirnya dengan modal berpotong potong bebek panggang yang besar besar, dan berhasil juga mengais sedikit mie goreng, kembalilah gue ke meja.

Dengan menghabiskan 30 menit menanti piring, dan 30 menit mencari makanan yang tersedia, tega teganya dia membatasi hanya 2 jam makan 'sepuasnya' <-- janggal banget kata kata sepuasnya disini :hammer:

Baru mau 'bertualang' lagi... eee... jangan lupa bawa piring yang tadi (yg sekarang udah kotor). Agak BT juga, akhirnya gue melirik dessert yang lebih jarang diminati orang. Dapet puding dan makanan penutup lainnya. Akhirnya makanan makanan penutup ini harus dengan hati lapang, gue makan sebagai bagian dari makanan pembuka. Sedih, tapi mau apa lagi...

Image

Ronde berikutnya, gue lebih beranikan diri untuk mengekspore lagi, siapa tau kali ini lebih beruntung. Ternyata di depan ada pilihan kayak 'koi tepanyaki' gitu, pilihan ayam dan ikan di masak/tumis di depan kita. Ya udah, gue ambil itu aja. Itupun yang tersisa hanya ikan dan sedikit ayam dada. Ya apa boleh buat, sikat juga deh. Nunggu dia masak, 10 minutes OK lah, ngga boleh komplen kalo yang ini. Beruntung lagi (kok beruntung ya :-?? ada yang janggal dengan kata kata ini) bisa dapet kerang hijau, fucili dan french fries dalam jumlah 'agak banyak'. Tapi begitu kembali ke meja, amat sangat kecewalah ketika mencicipi ikannya yang 1/2 mentah dan kerangnya yang entah mateng entah tidak dan sudah dingin. Satu satunya yang patut di 'syukuri' adalah fetucini. Dan french fries, well, what could possibly go wrong?

Terakhir, pas ngider sekali lagi (walaupun sebenarnya udah males banget), di tempat 'tepanyaki' tadi, ada ayam paha dan dada yang agak banyak. OK mau lagi deh. Kali ini nunggu lebih lama, I quess 20 menit. Karena mas koki nya lagi masak 'bakal' ayam teriyaki di kompor yang sama. Pas mau minta 'ayam teriyaki' itu, dia bilang masih harus dimasak lagi. Tapi ada beberapa orang yang akhirnya ngotot minta masakan 1/2 jadi tersebut. Sebelum balik, gue coba ke tempat masakan jadi sekali lagi, ternyata Alhamdulilah, gue beruntung banget (nyindir ;)) ) bisa 'mengais' kakap asam manis, kacang panjang tumis daging, dan sedikit nasi goreng. Bersyukur banget deh ;))

Image

Kalau mau mencari apa yang bagus diantara yang jelek, ice cream bolehlah disebut. Setiap permintaan hanya untuk 2 scope pilihan antara cokelat, vanila, mango, nangka, mocca caffe dan beberapa macam lagi yang lain (tapi yang jelas ngga ada rasa duren). Walaupun rasanya manis doang, tapi bolehlah. Daripada yang lain, udah capek nunggunya, pas ada, rasanya amburadul berantakan (really a mess !).

Image

Gue liat ada satu tulisan di sana kira kira bunyinya begini :
"Jangan menyia nyia kan makanan yang anda ambil, agar kami dapat meningkatkan kualitas makanan kami"
Gue ngga nangkep relevansi antara pernyataan yang pertama dengan yang kedua. Bukan kah kalau makanan yang kita ambil tidak kita sia sia kan (kita habis walaupun ngga enak), berarti dia TIDAK akan bisa meningkatkan kualitas makanan-nya (karena dikiranya enak???).

Satu lagi poster menyatakan akan men-charge kita dengan 50,000 per 100 gram makanan yang tidak kita habiskan di meja. Sungguh terlalu ! Lha, kalau makanan kita ngga habis (karena ngga enak) kita yang kena charge, sedangkan kalau dia kehabisan makanan, kurang mateng atau tidak enak, kita bisa apa? Bayarnya per orang dan bukan per makanan yang kita ambil. Walaupun pada dasarnya kita mau ambil banyak tetapi habis melulu... salah siapa?

Image

Untunglah bayarnya pake KK Mega (diskon 50%). Sebenarnya ngga bisa dibilang untung lho, masih merasa rugi ! Pelayanan yang buruk, makanan yang kurang dan ngga enak. Belum lagi piring piring dan alat makan lain yang gue ragukan ke-hieginis-an nya, karena pasti nyucinya buru buru. Pas bayar, ketika ditanya, 2 meja bon-nya bisa digabung apa ngga (dengan cukup sopan), eh si mbak kasir malah jawab-nya ketus, "itu loh Paaaak, harus ke belakang dulu lihat apa udah di split boooonnnnnnyaaaa". Lha... gue langsung tanya ..."Mbak kenapa sih? Lagi M- ya?" :)) Mbak-nya diam seribu bahasa. Dalam hati gue pasti si mbak sering kena komplen dan omelan customer nih, makanya belum belum udah BT duluan ditanyain [-(

Kembali ke judul judul di atas, semua pengalaman siang ini tercermin dari judul judul itu, yang manapun yang gue pilih. Dan waktu gue coba tengok the Buffet di RestoDB.com, yang seharusnya menjadi tempat berpromosi, malah berisi komen komen jelek tentang the Buffet. Ternyata, I'm not the only one :D
Dan mengenai judul yang akhirnya gue pilih, itu di luar kemampuan kita untuk menolak. Adalah Papa Natz yang mengajak ke sana untuk acara ultah Mama Natz dan beliaulah yang merogoh kocek. .... Ada ngga yang bertanya: "lantas kenapa loe masih komplen ???" :ymblushing: :p :ymdevil:

Tidak ada komentar: