23 Mei 2009

Resto MAMINK DAENG TATA

Ditengah macetnya Sudirman, bersama Natz, Jiewa, dan seorang temannya asal Surabaya (maaf gue lupa namanya ^:)^ ), gue mengontak Andree, konco lama di AKR... "Dre, kalo mau makan Daeng Tata daerah Sudirman Kungingan sing paling deket dimana yo?" Kepikiran telepon Andree karena kita sudah bermaksud menuju Tebet/Jl Panjang yang jelas masih beberapa jam lagi nyampenya akibat macet. Andree jugalah yang pertama kali merekomendasikan Daeng Tata, dulu waktu Natz lagi hamil Kelly, eh malah gue yang 'ngidam' = pengen sop iga. Sambil gue ceritakan ke Jie bahwa temen gue ini maestornya tempat makan enak... "wah ilmu gue ngga ada seujung kukunya..." :) sayang dia ngga bikin blog/review :(

"terus aja lewat terowongan casblang sampai Hotel Parkland, nah dekat dekat situ deh..." pesan Andree yang malah diakhiri dengan nanya nanya lowongan kerja :p soalnya dia masih di kantor jam 7 malam lewat.

Ok, Andree memang hebat... satu lampu merah setelah Hotel Parkland casblang, agak pojokan, disitulah letaknya Resto Mamink Daeng Tata, yang terkenal dengan Tata Ribs nya itu. Konon cara masak dan nama Tata Ribs sudah dipatenkan pemiliknya :bravo:

Image

Tampaklah sebuah rumah panggung dengan sedikit ornamen Makassar. Ohya, ini adalah request Jiewa dan temennya yang dua dua nya domisili Surabaya. "Di Surabaya belum ada" pengakuan Jie... Ternyata dia masih terngiang ngiang kelezatan sop konro dan konro bakar Karebosi (habis bertugas ke Makassar) :p Ngga heran sih, memang enak banget.

Berempat semuanya pesan menu utama yang sama: Tata Ribs. Memang ini menu andalannya, selain sop iga (konro), ada beberapa jenis ikan laut (Makassar terkenal dengan hasil laut) ada Ifumi Mamink, dll. Tata Ribs tak ubahnya konro bakar kalau di Sop Konro Karebosi. Kalau mau dibandingkan dengan Karebosi, rasanya potongan daging yang melekat di tulang nya Tata Ribs lebih besar dan lebih medok bumbunya :-bd

Tapi jangan salah lho, Resto Daeng Tata ini, walaupun mengusung masakan khas Makassar, ia tak dapat dijumpai di Makassar, dan hanya bisa dijumpai di Jakarta dan Bandung. Kalau di Makassar Daeng Tata malah nama Pahlawan dan dipakai sebagai nama jalan juga. Dan jangan keliru juga dengan panggilan Daeang, itu bukan panggilan spesifik ke bangsawan atau tingkatan sosio-ekonomi tertentu di Makassar. Daeng itu simply seperti bung kalau bahasa nasionalnya. Gue inget cerita temen di Makassar bahwa, becak susah dihapuskan dari Makassar, sebab "Tanah Daeng" sebutan kota Makassar, tak lengkap tanpa daeng daeng pengayuh becak... berarti daeng kalo bahasa Betawi = abang abang :)) kidding deh... Daeng itu panggilan orang yang lebih tua tepatnya :)

Duh, jadi banyak cerita... cerita makannya mana...??? :p kasih gambar dulu deh :D

Image

Image

Image

Maka datang lah pesanan kita... daging iga sapi yang montok menempel di sepotong tulang di atas piring datar, lengkap dengan garpu dan pisau steak. Ditemani semangkok kuah butek agak kehitaman. Di wadah yang lain, potongan bawang goreng dan irisan jeruk nipis yang Makassar bangeeet...

Didalam piring ribs sudah tersedia saos kacang kental yang sedikit pedas, bila kurang, tambahkan sambal yang disediakan... pasti makin tambah siiip. Jangan lupa peraskan jeruk nipis di dalam kuah sebelum diseduh... bawang goreng taburkan di atas nasi putih. Selain nasi putih, ada juga pilihan burasa, yang tak lain adalah lontong ala Makassar. Burasa tak perlu dipesan, sudah ada di atas meja, bersama hidangan kue kue kecil khas Makassar. Namun penataan burasa maupun kue tampak tak menarik (ngga fresh), sehingga lirik pun ngga, foto pun enggan, apalagi di cicip :))

Ini memang bukan pertama kali nya gue mencicip Tata Ribs, sehingga sudah antisipasi kenikmatannya = Dan memang ingatan (masa lalu) dengan kenyataan (masa kini) berpadu selaras :p Benar benar nikmat yang setara: liat dagingnya yang lembut, aroma sapinya dan bumbu kacangnya yang mantap meresap, bikin Jie lupa kalau pesanan teh panasnya kok ya belum diantar :))

Makin mantap ketika bayar, harganya 'hanya' 29k per porsi Tata Ribs, membuat kita berpikir, wah kalau di Tony Roma's udah habis berapa ya??? :p harusnya pesan yang banyak, biar makin mendekati harga seporsi Tony Roma's :D Natz juga bungkus, teringat mau ngasih ortunya biar nyicip :)

Untuk minuman, ada beberapa pilihan khas Makassar, Es Pallubutung, Es Pisang Hijau, Es Bugis (kacang) dan Es Mamink. Yang terakhir ini adalah paduan antara Pallubutung dan Es Pisang Hijau. Yang ternyata malam itu tinggal es Pallubutung ya ada, ya udah boleh juga.

Image

Es Palubutung mirip es sum sum (santan), tapi dikasih potongan pisang rebus, nangka, parutan es dan sirup merah. Kebayang mantap-nya kalau disantap siang siang di udara Jakarta yang panas... :-bd

Baru tau kalo resto ini ada akun di Facebook... Baru tau juga kalau tempat kita makan di Casblang itu merupakan gerainya yang perdana. Dari situlah resto yang digagas oleh Bapak Muhamad Amin Rahim atau lebih dikenal dengan Pak Haji Mamink pertama kali berdiri tahun 1994. Tempat sangat sederhana itu juga dilengkapi dengan hotspot gratis (powered by Speedy), yang sebenarnya agak mubazir. Gimana mau ber-hotspot ria kalau hati ngga enak melihat pengunjung yang ramai, bahkan (katanya) antri kalau saat makan siang dan makan malam.. Agak 'ngga pada tempatnya' sih... :-??

Tapi tentunya hal itu sama sekali tidak mengganggu pengunjung dalam bersantap. Boleh juga untuk yang punya blackberry unjuk narsis ke temen temen nya kalau ia lagi menikmati Tata Ribs, misalnya. In overall, makannya puas. Jie dan temen yang lidah Suruboyoan-pun ngga kecewa... dan tertuntaskanlah penasaran mereka pada makanan khas Makassar tapi di tanah Betawi ini :-bd

Gerai gerai Resto Mamink Daeng Tata Jakarta:
Casablanca 33, KH. Abdullah Syafi'ie (Pusat) ; KH. Abdullah Syafiie 33, Tebet (Cabang); Simprug, Kebayoran Lama, Soepono - Permata Hijau 25 (Cabang); Ruko DAENG TATA, Pasar Minggu (Cabang)
Bandung:
Dr. Setia Budhi 153, Geger Kalong - Bandung (Cabang)
Phone:
(021) 8315555 & 70150000
Jam buka:
Mon - Thurs and Sun:9:00 am - 11:00 pm
Fri - Sat:
9:00 am - 2:00 am
Sumber: Facebooknya Daeng Tata
In overall, ngga rugi... puas malah :D Akan ada kunjungan berikut dan berikutnya nih :-bd :bravo:

Tidak ada komentar: